Cara Orang Kolonial Angkat Pariwisata Magelang
Magelang pada era kolonial memiliki cara yang unik agar menarik minat wisatawan salah satunya yang dilakukan oleh Hotel Loze-Ensiklopedia Kota Magelang-Disperpusip Kota Magelang
MAGELANGEKSPRES.ID - Magelang pada era kolonial memiliki cara yang unik agar menarik minat wisatawan.
Hal ini terlihat melalui upaya pemerintah hingga sektor hotel dalam mendorong angka kunjungan.
Baik itu melalui selebaran iklan maupun mulut-kemulut yang beredar oleh masyarakat.
BACA JUGA:Mengenang Kampung Kerkopan Magelang, Eks Pemakaman Bangsa Eropa di Era Kolonial
BACA JUGA:Menapaki Jejak Sekolah Pribumi Era Kolonial Belanda di Magelang
BACA JUGA:Mengenang Rumah Indis Bayeman, Warisan Era Kolonial yang Tergusur Zaman
Cara Masyarakat Kolonial Dorong Pariwisata Magelang
Secara geografis, Magelang berada diantara jajaran pegunungan.
Inilah yang menjadi potensi besar dalam memasarkan wisata lokal.
Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Stadsgemeente Magelang melalui sebuah julukan.
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Tubing Purworejo, Cuma 8 Menit dari Alun-alun!
BACA JUGA:Pasar Telo Magelang, Cerminan Kehidupan Ala Masyarakat Jawa
BACA JUGA:Menapaki Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dengan Sejuta Keindahan Alamnya
Tahun 1935, julukan Ergstad van Midden Java menjadi slogan yang cukup populer di tengah masyarakat kolonial.
Pasalnya sebutan itu memiliki arti "kota di pegunungan di Jawa bagian tengah".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: