Roadmap Disabilitas Disusun, Kota Magelang Siapkan Akses Kerja Inklusif

Roadmap Disabilitas Disusun, Kota Magelang Siapkan Akses Kerja Inklusif

KERJA SAMA. Kepala Disnaker Kota Magelang Wawan Setiadi (kanan) bersama Ketua LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta Prof I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani menandatangani kesepakatan penyusunan roadmap disabilitas ketenagakerjaan, belum lama ini.-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemkot Magelang mulai menyusun peta jalan atau roadmap ketenagakerjaan khusus bagi para penyandang disabilitas.

Upaya ini ditempuh agar warga difabel usia kerja memiliki kesempatan setara dalam dunia usaha maupun industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi menjelaskan, penyusunan roadmap tersebut dikerjakan bersama Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

BACA JUGA:Job Fair Kota Magelang Minimal Bisa Rekrut 40 Pekerja Disabilitas

"Kami ingin memastikan hak-hak penyandang disabilitas di bidang ketenagakerjaan terpenuhi secara adil. Mereka harus punya ruang kerja yang sama, bebas diskriminasi, dan sesuai dengan potensi masing-masing," ujarnya, Jumat (19/9).

Menurut Wawan, dokumen roadmap disabilitas nantinya menjadi acuan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.

Di dalamnya mencakup pemetaan ragam kebutuhan difabel, analisis minat dan bakat, hingga rekomendasi bentuk pelatihan serta akses pasar kerja.

BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Magelang Dorong Perusahaan Serap Tenaga Disabilitas, Apresiasi ke Kencanasari Jayaprima

"Basisnya data yang valid, sehingga program intervensi pemerintah bisa lebih tepat sasaran," katanya.

Proses penyusunan akan berlangsung selama 90 hari yang hasilnya berupa dua dokumen penting.

Yakni oadmap ketenagakerjaan disabilitas dan laporan analisis kebutuhan disabilitas usia kerja di Kota Magelang.

BACA JUGA:Kota Magelang Punya Berdikarikan Disabilitas, Buka Peluang Kerja Setara bagi Penyandang Disabilitas

Ia menegaskan, sasaran utama roadmap ini tidak hanya pemerintah namun juga BUMD, BLUD, dan dunia usaha.

"Dunia industri kita dorong agar semakin sadar pentingnya keterlibatan difabel. Dengan begitu, kesempatan kerja terbuka luas dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tutur Wawan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait