Jangan Remehkan Dosa Kecil
Jangan Remehkan Dosa Kecil--
MAGELANG EKSPRES-Tak ada dosa tanpa hisab. Walaupun hanya seberat dzarrah (ukuran yang paling kecil), pasti akan dihisab di hari Kiamat.
Sebagian orang seringkali meremehkan dosa kecil. Dan terkadang setan membisikkan kepada kita, “Tidak apa-apa hanya dosa kecil bukan dosa besar.” Sehingg akita seringkali lalai dan meremehkan dosa-dosa kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Hendaknya kita perhatikan nasihat para ulama bahwa bukan besar kecilnya dosa yang menjadi masalah, akan tetapi kita bermaksiat kepada Allah pencipta kita.
BACA JUGA:Taubat, Amal dan Musibah, 3 Cara Pelebur Dosa yang Diberikan Allah
Kita takut kepada atasan atau bos, ketika melakukan kesalahan kecil. Sehingga sangat berhati-hati dalam mengerjakan tugas, jangan sampai melakukan kesalahan walaupun hanya kesalahan kecil.
Apalagi kepada Allah, Rabb Pencipta dan Penguasa alam semesta, tentu kita harus lebih takut. Sangat berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa mendatangkan dosa.
Dosa kecil sangat berbahaya jika diremehkan. Dosa yang kecil yang terus-menerus dilakukan akan menjadi dosa besar yang berbahaya, terlebih hatinya meremehkan dosa tersebut.
Kata sebagian ulama, "Tidak ada dosa kecil apabila dilakukan terus-menerus, tidak ada dosa besar apabila diiringi dengan istighfar."
Bagaimanapun juga, dosa yang kita lakukan besar atau kecil tetap akan membuat hati kita menjadi sakit bahkan mati.
BACA JUGA:Keutamaan Puasa Arafah, Puasa Sehari pada 9 Dzulhijjah dapat Menghapus Dosa 2 Tahun
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺫْﻧَﺐَ ﺫَﻧْﺒًﺎ ﻧُﻜِﺖَ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻧُﻜْﺘَﺔٌ ﺳَﻮْﺩَﺍﺀُ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﺎﺏَ ﻭَﻧَﺰَﻉَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺻُﻘِﻞَ ﻗَﻠْﺒُﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﺯَﺍﺩَ ﺯَﺍﺩَﺕْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻌْﻠُﻮَ ﻗَﻠْﺒَﻪُ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﺍﻟﺮَّﺍﻥُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ : ﻛَﻠَّﺎ ﺑَﻞْ ﺭَﺍﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ
"Sesungguhnya seorang Mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya. Itulah ‘raan‘ yang disebutkan Allah Ta’ala, sekali-kali tidak akan tetapi itulah ‘raan‘ yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an." [HR. Ahmad, hasan]
Keburukan akan Berlanjut
Suatu keburukan akan membawa keburukan selanjutnya. Perbuatan maksiat akan mendatangkan maksiat selanjutnya, akan menyebabkan kita cenderung melakukan maksiat selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: