Longsor Putus Total Jalan Penghubung Desa di Gemawang, Warga Harus Memutar hingga 15 Kilometer
LONGSOR. Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Gemawang longsor di awal tahun 2026.-SETYO WUWUH-TEMANGGUNG EKSPRES
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Akses jalan penghubung dari Kecamatan Gemawang menuju dua desa hingga kini masih terputus total akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat malam, 2 Januari 2026.
Longsor tersebut menggerus badan jalan dan membuat jalur vital itu tidak bisa dilalui sama sekali.
Kepala Desa Kemiriombo, Kecamatan Gemawang, Nur Wahyu, menjelaskan bahwa peristiwa longsor ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
BACA JUGA:Warga Lereng Sumbing Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatera
Longsor serupa pernah terjadi pada 2019 lalu, kemudian pemerintah desa bersama warga sempat melakukan pembangunan kembali pada ruas jalan tersebut.
Namun, longsor kembali terjadi di titik yang sama dan kali ini kondisinya jauh lebih parah.
Badan jalan ambles hingga terputus total, sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
“Sekarang putus total, sama sekali tidak bisa dilalui,” jelas Nur Wahyu, Senin (5/1).
Ia menyampaikan, longsor tersebut memutus akses jalan menuju Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang.
Akibatnya, warga terpaksa harus menempuh jalur alternatif dengan jarak yang jauh lebih panjang jika hendak menuju Kecamatan Gemawang.
Menurutnya, jalan alternatif yang saat ini digunakan kondisinya masih belum layak.
Jalan tersebut masih berupa tanah dan belum dilakukan pengerasan, sehingga sangat licin dan becek saat musim penghujan.
BACA JUGA:Sepanjang November, Temanggung Dilanda 22 Bencana: Longsor Dominasi, BPBD Perketat Mitigasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: temanggung ekspres