Tebing 15 Meter Longsor di Candiroto Temanggung, Irigasi dan Saluran Air Bersih Terdampak
LONGSOR. Tebing setinggi 15 meter di Dusun Karawitan, Desa Karawitan, Kecamatan Candiroto longsor.-Dok. BPBD Temanggung-TEMANGGUNG EKSPRES
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Temanggung.
Kali ini, tebing setinggi sekitar 15 meter dengan lebar kurang lebih 25 meter di Dusun Karawitan, Desa Karawitan, Kecamatan Candiroto, dilaporkan longsor.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BACA JUGA:Longsor Putus Total Jalan Penghubung Desa di Gemawang, Warga Harus Memutar hingga 15 Kilometer
BACA JUGA:Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Temanggung Naik pada 2025, Korban Meninggal Justru Turun
Meski tidak menimbulkan korban, longsoran material berupa tanah dan rumpun bambu menutup saluran irigasi desa.
Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu sektor pertanian setempat, mengingat saluran irigasi tersebut mengairi puluhan hektare lahan persawahan milik warga.
Tak hanya itu, longsor juga menyebabkan saluran air bersih yang biasa dikonsumsi warga setempat terputus.
Akibatnya, sejumlah warga terdampak dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.
BACA JUGA:Warga Lereng Sumbing Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatera
BACA JUGA:Harga Bawang Merah Turun di Awal 2026, Minyakita di Temanggung Masih di Atas HET
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Totok Nur Setyanto, mengatakan meski saluran utama terputus, warga masih memiliki alternatif sumber air bersih lainnya.
“Masih ada sumber air bersih lain. Hanya saja, warga harus mengambilnya menggunakan jerigen atau alat lainnya. Biasanya air bersih ini langsung mengalir ke rumah warga,” jelas Totok, Selasa (kemarin).
Ia menambahkan, saat ini warga bersama unsur terkait telah mulai melakukan perbaikan saluran air bersih dan saluran irigasi yang tertutup material longsor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: temanggung ekspres