DLH Kabupaten Wonosobo Klaim Volume Sampah Turun 10–15 Ton per Hari
SAMPAH. Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo.-IST-WONOSOBO EKSPRES
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Volume sampah pada 2025 mengalami penurunan rata-rata 10 hingga 15 ton per hari di Kabupaten Wonosobo.
Meski belum signifikan, upaya pengurangan dinilai sudah mulai berjalan.
“Upaya pengurangan sampah dari hulu mulai berjalan. Untuk tahun 2026, fokus kami adalah pengurangan dari sumber, optimalisasi TPS 3R, serta peningkatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah memerlukan biaya operasional,” ungkap Kepala DLH Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, usai penyerahan sembako dan kelengkapan kesehatan kepada pemulung, Rabu (7/1), di TPA Wonorejo.
BACA JUGA:DLH Wonosobo Ajak Warga Menyambut World Clean Up Day, Jaga Bumi Lingkungan Lestari
Menurutnya, DLH Wonosobo telah mengembangkan hanggar pengolahan sampah di area TPA Wonorejo dengan kapasitas 5 ton sebagai laboratorium pengolahan, antara lain melalui budidaya maggot dan pengomposan.
“Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga 50–100 ton dengan dukungan pembangunan sarana dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, pemulung memiliki kontribusi nyata dalam memilah sampah sehingga membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengurangi beban TPA.
BACA JUGA:Ngeri! Ular King Kobra Raksasa Teror Warga Kaliwiro Kabupaten Wonosobo
Oleh karena itu, Pemkab Wonosobo memandang mereka sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sampah.
“Pemulung berperan langsung dalam proses pemilahan sampah. Ini sangat membantu upaya kita mengurai permasalahan sampah,” katanya.
Menurutnya, risiko kesehatan yang dihadapi pemulung cukup tinggi.
Ke depan, Pemkab Wonosobo akan mengupayakan peningkatan fasilitas pendukung keselamatan kerja, seperti sarung tangan dan sepatu bot, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.
Ia juga menyampaikan arah kebijakan pengelolaan sampah Kabupaten Wonosobo.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: wonosobo ekspres