Jelang Ramadan, DPPUKM Pastikan Harga dan Stok Sembako di Kota Magelang Stabil

Jelang Ramadan, DPPUKM Pastikan Harga dan Stok Sembako di Kota Magelang Stabil

STABIL. Harga kebutuhan pokok di Pasar Kebonpolo Kota Magelang terpantau stabil kendati jelang Ramadan, banyak masyarakat menggelar tradisi Nyadran.-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Ramadan.

Hingga satu bulan sebelum Ramadan, belum ditemukan lonjakan harga signifikan maupun gangguan terhadap pasokan sembako di pasaran.

Kepala DPPKUM Kota Magelang, Syaifullah mengatakan pihaknya rutin melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok setiap hari.

BACA JUGA:Usai Diserang Netizen, Pemkot Magelang Siap Pasang Badan Dampingi Rekan Syafiq Ali, Himawan

BACA JUGA:Kader SAPA Kota Magelang, Instrumen Perlindungan Perempuan dan Anak di Tingkat Kelurahan Segera Diresmikan

Pemantauan tersebut dilakukan secara berkala melalui sistem survei pasar untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga.

“Dari hasil pantauan kami, sampai saat ini tidak ada kenaikan harga yang mencolok. Stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya masih aman,” kata Syaifullah, kemarin.

Ia menjelaskan, usai momentum Natal dan Tahun Baru, tren harga sejumlah komoditas justru cenderung menurun. Salah satunya cabai yang sempat mengalami kenaikan sesaat, namun kini kembali stabil.


Kepala Dinas DPPUKM Kota Magelang Syaifullah.-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES

BACA JUGA:Harga Bawang Merah Turun di Awal 2026, Minyakita di Temanggung Masih di Atas HET

BACA JUGA:Ketua RT Kini Lebih Dihargai, Walikota Magelang Perkuat Peran Layanan Publik

Untuk menjaga pasokan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan daerah sekitar sebagai penyangga distribusi bahan pangan.

Terlebih, menjelang Ramadan, masyarakat biasa menggelar tradisi nyadran yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah permintaan.

“Selama momentum Nyadran, kenaikan permintaan sekitar 5-10 persen masih bisa kami kendalikan. Tidak sampai mengganggu stok,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait