Sempat Ditutup, Jalan Magelang–Boyolali Via Selo Kini Beroperasi Pasca Longsor

Sempat Ditutup, Jalan Magelang–Boyolali Via Selo Kini Beroperasi Pasca Longsor

ILUSTRASI. Satlantas Polresta Magelang mengumumkan jalur alternatif Magelang–Boyolali melalui Selo kini sudah dapat dilalui-wirestock-FREEPIK

MAGELANGEKSPRES.ID - Satlantas Polresta Magelang mengumumkan jalur alternatif Magelang–Boyolali melalui Selo kini sudah dapat dilalui sesaat sebelumnya dinyatakan tutup.

Penutupan jalur tersebut dilakukan usai terjadinya tanah longsor di wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Oleh karenanya, masyarakat sempat diimbau untuk menghindari jalur tersebut dan mencari rute lain demi mengurangi risiko kecelakaan.

BACA JUGA:Warga Dusun Tanjung Borobudur Akhirnya Bisa Kembali ke Rumah Setelah Diterjang Longsor

Setelah dilakukan penanganan dan kondisi dinilai aman, jalur alternatif itu kini dibuka kembali untuk aktivitas lalu lintas masyarakat.

Namun meskipun sudah dapat dilalui, pengguna jalan tetap diminta untuk menjaga kehati-hatian.

Satlantas Polresta Magelang menegaskan pentingnya pemasangan rambu di area rawan longsor sebagai bentuk informasi serta peringatan dini bagi pengendara.

BACA JUGA:Longsor Masih Jadi Risiko Tinggi, Ada 320 Bencana di Kabupaten Magelang Sepanjang 2025

"Kalau sobat Polri melintasi jalan rawan longsor maka membutuhkan kewaspadaan ekstra terutama saat musim hujan. Perhatikan rambu peringatan longsor karena rambu ini dipasang di daerah yang sering terjadi pergerakan tanah," himbau Instagram @satlantasmagelang (21/1).

Karenanya rambu diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya di sepanjang jalur tersebut.

Masyarakat juga diimbau mengenali tanda-tanda awal terjadinya pergeseran tanah antara lain munculnya retakan tanah baru terutama yang sejajar dengan lereng.

BACA JUGA:Lazismu Kota Magelang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Kaliangkrik

Munculnya mata air baru atau air sumur yang berubah menjadi keruh.

Pohon, tiang listrik, atau bangunan yang tampak miring juga bisa menjadi isyarat adanya pergeseran tanah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait