Harga Naik, Lahan Kopi Wonolelo Sawangan Magelang Diperluas
KOPI. Penanaman bibit kopi arabika di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sebagai bagian dari perluasan lahan kopi yang diawali tradisi wiwit tandur.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
SAWANGAN, MAGELANGEKSPRES.ID - Menguatnya harga kopi arabika mendorong petani Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memperluas areal tanam sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis pertanian.
Pembukaan lahan baru diawali tradisi wiwit tandur, kearifan lokal yang menandai dimulainya musim tanam.
Prosesi ini menjadi aksi doa dan peneguhan semangat petani dalam menjaga keberlanjutan kopi Wonolelo.
BACA JUGA:Dewan Panggil Diknas dan Kemenag Kabupaten Magelang Selesaikan Polemik Iuran Guru
BACA JUGA:Dewan Panggil Diknas dan Kemenag Kabupaten Magelang Selesaikan Polemik Iuran Guru
Pengolahan lahan dilakukan secara manual dan mekanis tanpa pembakaran.
Pola tersebut dipilih untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan mutu kopi arabika Sawangan yang dikenal premium.
Kegiatan berlangsung di lahan terasering milik anggota Kelompok Tani Nongko Jajar, Dusun Windusabrang, dengan latar perbukitan Merapi-Merbabu.
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang Desak Pengembalian Dana PPG Mandiri Rp1 Miliar
BACA JUGA:Warga Dusun Tanjung Borobudur Akhirnya Bisa Kembali ke Rumah Setelah Diterjang Longsor
BACA JUGA:IDM Bangun Rumah untuk Warga Borobudur, Bupati Ingin Prioritaskan yang Paling Membutuhkan
Ketua Kelompok Tani Nongko Jajar Sukimin mengatakan, perluasan lahan mencerminkan meningkatnya minat petani menanam kopi.
Di tingkat kelompok, tambahan lahan mencapai 10 hektare, sementara secara desa bertambah hingga 25 hektare.
"Harapannya, kopi Wonolelo berkembang sebagai ikon dengan ciri khas kuat,” kata Sukimin, Minggu (25/1).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres