Angin Kencang Terjang Wonosobo, 14 Rumah Rusak

Angin Kencang Terjang Wonosobo, 14 Rumah Rusak

DITERJANG. Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kabupaten Wonosobo sejak Sabtu (24/1) mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik di tiga kecamatan. -AGUS SUPRIYADI-WONOSOBO EKSPRES

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kabupaten Wonosobo sejak Sabtu (24/1), mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik di tiga kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo melaporkan sedikitnya 14 rumah warga terdampak dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan bahwa tiga wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kejajar, Wonosobo, dan Wadaslintang.

BACA JUGA:Wonosobo Diterjang Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Tiang Listrik di Jaraksari

"Dari ketiga wilayah tersebut, Kecamatan Kejajar menjadi daerah dengan dampak paling masif," ungkapnya kemarin.

Menurutnya, BPBD telah memetakan sebaran kerusakan yang terjadi di lapangan sebagai berikut, Kecamatan Kejajar meliputi Desa Serang, Desa Tieng, Kelurahan Kejajar, Desa Igirmranak, Desa Tambi dan Desa Kreo.

Kecamatan Wonosobo meliputi Kelurahan Jaraksari, Kelurahan Wonosobo Timur dan Kelurahan Sambek.

BACA JUGA:Pita Merah Tekankan Pentingnya Edukasi Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo

Sedangkan Kecamatan Wadaslintang ada satu desa, yaitu desa lancar.

"Kerusakan bervariasi, mulai dari pohon tumbang menimpa rumah, atap rumah yang hilang hingga bangunan roboh, sedangkan di wilayah kota ada papan reklame besar yang tumbang," ucapnya.

Meskipun kerusakan material cukup signifikan, Sumekto memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini.

"Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Saat ini, seluruh akses jalan yang sempat tertutup pohon tumbang sudah kembali normal," bebernya.

BACA JUGA:Rekomendasi Spot Campervan di Magelang, Bonus Bisa Berendam Air Hangat Sekaligus

Proses pemulihan dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: wonosobo ekspres

Berita Terkait