Pemkab Purworejo Raih UHC Award 2026, Cakupan JKN Tembus 98 Persen

Pemkab Purworejo Raih UHC Award 2026, Cakupan JKN Tembus 98 Persen

UHC AWARD. Bupati Purworejo menerima Penghargaan UHC Award 2026 dari BPJS Kesehatan di JIEXPO Convention Centre and Theatre Jakarta, Selasa (27/1).-EKO SUTOPO-PURWOREJO EKSPRES

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo kembali meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkab Purworejo dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, dengan cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 98 persen.

Penghargaan UHC Award 2026 diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, kepada Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Jakarta, Selasa (27/1).

BACA JUGA:Perjuangan Pahlawan Devisa Melawan Penyakit Mematikan, Nyaris Habis Ratusan Juta Terselamatkan BPJS Kesehatan

Acara tersebut dihadiri Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah pejabat kementerian dan instansi terkait.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian UHC mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

Menurutnya, Program JKN merupakan instrumen negara untuk memastikan perlindungan kesehatan yang adil dan merata, yang keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah.

BACA JUGA:141 Peserta Adu Keterampilan dalam LKS SMK Tingkat Kabupaten Purworejo

“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian ini melampaui target nasional dalam RPJMN 2025–2029,” tegas Ghufron.

Ia menambahkan, peran kepala daerah sangat menentukan, terutama dalam mendorong pendaftaran penduduk serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

“Sejalan dengan agenda Global Sustainable Development Goals 2030, Universal Health Coverage menjadi indikator utama pencapaian SDGs 3.8, dengan target mencakup seluruh penduduk pada 2030,” jelasnya.

BACA JUGA:Penerima Program MBG di Kabupaten Purworejo Belum Merata, Wabup Dion Agasi Angkat Bicara

Sementara itu, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penghargaan UHC bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari upaya menjamin hak kesehatan seluruh masyarakat.

“Sehat adalah milik semua. Dengan kolaborasi lintas sektoral, kesehatan harus menjadi investasi bangsa, bukan beban masyarakat. JKN yang disertai peningkatan kualitas layanan akan menjadi kunci penghapusan kemiskinan dan peningkatan produktivitas,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: purworejo ekspres

Berita Terkait