DPRD Kota Magelang Soroti Peran Keluarga dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
SOSIALISASI. Sekretaris Komisi C DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni saat menjalankan tugas kedewanan dan berkunjung di tengah masyarakat.-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES
MAGELANGEKSPRES.ID - Kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan di Kota Magelang dinilai sebagai alarm keras bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni menyebut ada hal lebih gelap dari sekadar kemampuan ekonomi atau kualitas pendidikan.
Karena ironisnya, selama empat tahun, sang anak sudah menerima kekerasan seksual dan tak pernah berani menceritakan kepada siapapun.
BACA JUGA:Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Magelang Meninggal Dunia
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Magelang tersebut berpendapat bahwa, bagi seorang anak orangtua adalah paspor untuk mendapat motivasi, kasih sayang, serta pembelajaran hidup.
Namun ketika orangtua gagal menyediakan fasilitas itu, yang terjadi adalah anak akan enggan terbuka soal masalah intim.
"Masalah lain, masalah seksual terkadang dianggap tabu. Orangtua menganggap bahwa anak akan tahu secara natural. Padahal, di sini juga penting, edukasi diberikan kepada anak-anak kita," kata Tyas.
BACA JUGA:Buka Aksi Bergizi di SMPN 11, Pemkot Magelang Ingin Perkuat Gizi Anak Menuju Generasi Emas
Ia juga menilai bahwa komunikasi dalam keluarga menjadi kunci pencegahan kekerasan.
Peran ibu, lanjutnya, sering menjadi tempat pertama anak menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Karena itu, orangtua diharapkan membuka ruang dialog tanpa tekanan.
Justru sikap terlalu mengekang atau membentak anak saat melakukan kesalahan dapat memengaruhi kondisi psikologis anak sehingga mereka tumbuh dengan rasa takut untuk bercerita.
"Anak perlu merasa aman ketika berbagi persoalan dengan orangtuanya. Dari situ keluarga bisa menjaga kebahagiaan dan keselamatan anak," kata Tyas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres