APBD Kota Magelang 2026 Bertumpu dari Retribusi RSUD Tidar, Dewan Minta Dirikan Lagi RS Tipe C
RSUD Tidar menjadi penyumbang retribusi terbesar pendapatan asli daerah Kota Magelang.-IST-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Kondisi keuangan di Kota Magelang berbeda dari daerah lainnya. Jika daerah lain lazimnya mengandalkan pajak sebagai pendulang pendapatan asli daerah (PAD) di kota seluas 18,56 km persegi ini justru retribusi daerah ditarget tiga kali lipat lebih besar.
Tahun 2026, target Retribusi Daerah dipatok hingga Rp 259,7 miliar. Sedangkan target Pajak Daerah yang hanya Rp 82,1 miliar. Sedangkan Belanja Daerah ditarget sebesar Rp 1,03 triliun.
Angka ini berbeda jauh dibandingkan target Pendapatan Daerah yang hanya diproyeksikan sebesar Rp 868,5 miliar. Akibatnya, muncul lubang defisit menganga sebesar Rp 165,4 miliar.
BACA JUGA:Walikota Magelang Terharu, Paripurna Raperda APBD 2026 Disetujui 7 Fraksi Tanpa Interupsi
Secara persentase, angka defisit ini tergolong ekstrem, mencapai 19,04 persen dari total pendapatan. Karenanya, untuk menambal celah fiskal itu, Pemkot Magelang tak punya banyak pilihan selain menguras tabungan sisa anggaran tahun lalu (SiLPA) dan berutang.
Dalam pos penerimaan pembiayaan, tercatat rencana Penarikan Pinjaman Daerah senilai Rp 30 miliar.
Retribusi itu rupanya bukan berasal dari kantong pedagang pasar atau pengguna parkir, melainkan dari para pasien dan orang sakit.
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok di Purworejo Naik Jelang Ramadan, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu
Hal ini karena RSUD Tidar Kota Magelang selama ini menjadi penyumbang tunggal terbesar.
Rumah sakit pelat merah itu ditargetkan menyetor pendapatan retribusi (BLUD) sebesar Rp 235 miliar.
Artinya, sekitar 90 persen dari total target Retribusi Daerah Kota Magelang bergantung sepenuhnya pada omzet layanan kesehatan di RSUD Tidar.
Ketergantungan ini menciptakan risiko fiskal tersendiri. Jika kunjungan pasien menurun atau klaim BPJS Kesehatan tersendat, pendapatan daerah bakal rawan oleng.
BACA JUGA:Mas Damar Minta RSUD Tidar Kota Magelang Beri Layanan Super Optimal
Lantas, ke mana larinya uang belanja Rp 1 triliun itu? Alih-alih digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur fisik yang masif, porsi terbesar kue anggaran habis untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres