Program Camp dan Parenting TK Tunas Kasih Kota Magelang Perkuat Kemandirian Anak Sejak Dini
OUTDOOR.Anak-anak TK Tunas Kasih Kota Magelang mengikuti kegiatan outbound yang melatih kemandirian, keberanian, dan kerja sama tim dalam rangkaian program camp pembentukan karakter di Wisma Sejahtera Magelang, Jumat(13/2/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID — Program latihan kemandirian anak melalui kegiatan camp dan parenting yang digelar TK Tunas Kasih Kota Magelang mendapat dukungan penuh dari yayasan, orang tua, hingga pengawas pendidikan.
Kegiatan ini dinilai efektif membentuk karakter, tanggung jawab, serta rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Wakil Ketua Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang, Nur Rejeki, mengatakan program tersebut sebenarnya sudah berjalan cukup lama, namun tahun ini lebih difokuskan pada penguatan dasar kemandirian anak.
BACA JUGA:Rayakan HPN 2026, PWI Kabupaten Magelang Tanam Pohon dan Lepas Burung di Tol Kayangan
“Anak-anak dilatih makan sendiri, mandi, menyiapkan perlengkapan pribadi, hingga bertanggung jawab dengan kebutuhannya. Kami melihat mereka senang mengikuti kegiatan ini, dan orang tua pun percaya menitipkan putra-putrinya,” ujarnya saat meninjau kegiatan, Kamis(13/2/2026) di Wisma Sejahtera Kedungsari Magelang.
Menurutnya, program ini membantu membentuk karakter positif anak, seperti percaya diri, peduli sesama, serta mampu melakukan banyak hal secara mandiri.
Dari sisi yayasan, dukungan juga diberikan melalui penganggaran dan pengembangan fasilitas agar program terus berlanjut dan semakin baik ke depan.
BACA JUGA:Digaji Rp400 Ribu per Bulan, Guru Madrasah Swasta di Kabupaten Magelang Sambat di Depan Menag
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Tunas Kasih, Yesani Rismiasih, menjelaskan bahwa kegiatan tidak berhenti pada camp saja, tetapi dilanjutkan dengan sesi parenting bagi orang tua.
“Kami ingin apa yang sudah ditanamkan selama dua hari di sekolah tidak berhenti di sini. Orang tua perlu tahu dan menerapkan hal yang sama di rumah supaya kemandirian dan tanggung jawab anak berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga.
Di sekolah anak dipantau guru, sedangkan di rumah peran tersebut dilanjutkan orang tua.
Salah satu wali murid, orang tua dari Nanda Hosea Benedicta, menilai kegiatan ini sangat positif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres