Jembatan Kalikuning Kalikajar Wonosobo Runtuh Diterjang Banjir, Dua Dusun Terancam Terisolasi

Jembatan Kalikuning Kalikajar Wonosobo Runtuh Diterjang Banjir, Dua Dusun Terancam Terisolasi

TERGERUS. Kondisi jembatan di Dusun Semampir Desa Kalikuning yang ambrol karena tergerus arus sungai.-IST-MAGELANG EKSPRES.-TERGERUS. Kondisi jembatan di Dusun Semampir Desa Kalikuning yang ambrol karena tergerus arus sungai.-IST-MAGELANG EKSPRES.-

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Hujan deras yang mengguyur tanpa henti memicu amuk arus sungai yang berujung pada ambrolnya jembatan penghubung utama Desa kalikuning dan Desa Lamuk Kalikajar.

Akibatnya aktivitas warga terganggu. Bahkan ambrolnya jembatan juga menelan korban luka. Peristiwa yang terjadi Selasa (17/2) sore ini nyaris berubah menjadi tragedi maut. 

Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, mengatakan bahwa detik-detik dramatis saat struktur beton jembatan menyerah pada erosi. Dua remaja, A (17) dan F (18), tengah melintas tepat saat tanah penyangga jembatan ambrol tergerus banjir.

"Seluruh korban berhasil diselamatkan, namun salah satu korban  mengalami retak tulang, sementara tiga lainnya luka-luka," katanya.

BACA JUGA:Refleksi Imlek Magelang, Menelusuri Jejak Wayang Potehi yang Kini Langka dan Butuh Regenerasi

Ambruknya jembatan ini mengakibatkan Dusun Ngadiloka dan Dusun Semampir kini terisolasi dari akses utama. Jalur vital yang biasanya menjadi tumpuan warga menuju Desa Lamuk kini menyisakan lubang menganga.

Kepala Dusun Semampir, Wahno, menyebutkan bahwa warga kini terpaksa memutar otak dan raga. Jalur alternatif yang tersedia memaksa warga menempuh jarak tambahan sejauh 3 kilometer melalui medan yang tidak mudah.

"Kemarin hujannya sangat lebat, banjirnya besar. Erosi menggerus semuanya hingga jembatan runtuh," ujarnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Wonosobo, Wisnu Ibet Pradana, mengungkapkan bahwa kondisi struktur jembatan sebenarnya sudah sangat memprihatinkan dan condong ke satu sisi sebelum akhirnya benar-benar ambruk.

BACA JUGA:KLB Keracunan Massal di Purworejo, 79 Warga Trirejo Tumbang Usai Santap Berkat Hajatan

Ini merupakan kali kedua lokasi yang sama dihantam longsor setelah kejadian serupa pada Mei 2025 lalu. Meski berstatus aset desa, Ibet mendesak Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk segera turun tangan menggunakan anggaran tidak terduga (TT).

"Sebenarnya sudah parah, tinggal menunggu waktu saja. Harusnya bisa ditangani, uangnya ada. Sekarang tinggal keseriusan pemerintah daerah saja untuk menyelamatkan akses warga ini," ucapnya.

Warga Kalikuning hanya bisa berharap perbaikan permanen segera datang sebelum isolasi wilayah ini semakin melumpuhkan ekonomi dan pendidikan di desa mereka. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait