Meneladani Puasa Rasulullah, Menyegerakan untuk Berbuka dan Mengakhirkan Waktu Sahur

Meneladani Puasa Rasulullah, Menyegerakan untuk Berbuka dan Mengakhirkan Waktu Sahur

Meneladani Puasa Rasulullah, Menyegerakan untuk Berbuka dan Mengakhirkan Waktu Sahur --

MAGELANGEKSPRES.ID- Sebagai umat Muslim yang taat hendaknya kita meneladani Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dalam berpuasa Ramadhan. Tak ada suri teladan yang terbaik kecuali Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantara teladan dari Rasulullah ketika berpuasa Ramadhan adalah :

Menyegerakan untuk Berbuka

Bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berbuka?

Yang pertama, Beliau menyegerakan bukanya. Beliau selalu bersegera untuk berbuka.

Beliau pernah mengatakan,

❲ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ ❳

"Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka masih terus menyegerakan bukanya."

BACA JUGA:Meneladani Puasa Rasulullah, Melakukan Niat dalam Hati

Jadi berbuka puasa dengan segera itu anjuran. Jangan berpikir, Ustadz, saya hati-hati saja Ustadz, saya bukanya setelah shalat.

Kehati-hatian di sini tidak pada tempatnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan kita untuk segera berbuka.

Kemudian di antara sunnah dalam berbuka adalah berbuka dengan ruthob, ya ini kebalikan sahur. Kalau sahur bukanya dengan kurma kering, itu yang paling afdal. Kalau buka yang paling afdal, berbuka dengan ruthob.

Ruthob itu kurma yang masih segar. Dia sudah matang, tapi masih lembek. Masih lembek, dan lembeknya ini lembek yang alami. Jadi kalau kurma itu matang, setelah matang ada fase lembek. Fase lembeknya itu namanya ruthob. Ruthob itu dalam bahasa artinya basah, karena memang kurma ketika di puncak matangnya, setelah itu ada fase lembab, fase basah. Itu namanya ruthob. Ini yang paling afdal untuk kita gunakan sebagai hidangan berbuka. Karena ada sebuah hadits yang mengatakan,

❲ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ ❳

"Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika berbuka, Beliau makan beberapa ruthob"

❲ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ ❳

"sebelum Beliau shalat Maghrib."

❲ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ ❳

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: