RA Masyithoh Parakan Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini Lewat Grebeg Tradisi
Siswa-siswi RA Masyithoh 1 Parakan, Kabupaten Temanggung, melakukan pawai di sekitaran kota Parakan Rabu (18/2).-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, pelestarian seni dan budaya tradisional menjadi tantangan tersendiri.
Menyadari hal itu, RA Masyithoh 1 Parakan, Kabupaten Temanggung, aktif menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada para peserta didiknya sejak dini.
Melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, sekolah tersebut mengenalkan anak-anak pada seni tradisional, mulai dari tari daerah, permainan tradisional, hingga alat musik gamelan.
Seluruh kegiatan dikemas secara menyenangkan agar sesuai dengan dunia anak-anak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar grebeg bertajuk “Merawat Tradisi, Menebar Manfaat Menuju Generasi Berlian Berakhlak Mulia”.
BACA JUGA:Mayat Pria Hilang Dua Hari Ditemukan Tergantung di Hutan Bansari Temanggung
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewariskan kecintaan terhadap seni dan budaya kepada generasi muda.
Ketua Pengurus Yayasan RA Masyithoh 1 Parakan, Air Titik Wardhani, mengatakan pengenalan budaya sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter anak.
“Ini penting untuk mengenalkan seni dan budaya pada anak sedini mungkin sebagai salah satu upaya membentuk karakter anak. Dengan begitu, kepribadian dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh,” katanya.
Menurutnya, di era digital saat ini, anak-anak sangat mudah terpapar berbagai informasi, termasuk budaya luar.
BACA JUGA:Musda II JSIT Temanggung–Wonosobo Tetapkan Ketua Baru 2026–2030
Karena itu, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sebagai pondasi karakter.
“Kami ingin anak-anak mengenal jati dirinya sejak dini. Dengan mengenal seni dan budaya tradisional, mereka belajar tentang nilai kebersamaan, sopan santun, serta rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Selain praktik seni, para guru juga menyisipkan cerita rakyat dan nilai kearifan lokal dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: