Cek Kesehatan Gratis 2026 di Purworejo Dimatangkan, Ini Jenis Skriningnya

Cek Kesehatan Gratis 2026 di Purworejo Dimatangkan, Ini Jenis Skriningnya

Pemantapan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026 melalui pertemuan sosialisasi CKG yang digelar di Aula 2A Dinkesda Purworejo, kemarin.-Eko Sutopo-Magelang Ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Program CKG atau Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026 terus dimatangkan oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melalui pertemuan sosialisasi diikuti tenaga kesehatan dan administrasi dari 18 klinik se-Kabupaten Purworejo.

Cek Kesehatan Gratis diharapkan dapat berjalan terstandar dan berkesinambungan di seluruh klinik. Selain itu, masyarakat Purworejo semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Kepala Dinkesda Purworejo, dr Sudarmi, menegaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis merupakan program strategis untuk memperkuat deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular yang kini banyak menyerang usia produktif hingga lanjut usia.

Dengan penguatan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan, pihaknya optimistis CKG 2026 dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.

BACA JUGA:1.000 Warga Padati Masak Besar TMMD di Kebumen,TNI dan Rakyat Melebur dalam Semangat Kebersamaan

“CKG adalah cek kesehatan gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan skrining yang tepat, risiko penyakit bisa dideteksi lebih awal sebelum menjadi lebih berat,” ujar dr Sudarmi, Rabu (25/2).

Dijelaskan, sosialisasi dilakukan untuk menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan klinik dalam menjalankan Juknis terbaru tahun 2026.

Pembaruan tersebut mencakup penambahan jenis skrining dan metode pemeriksaan, penyesuaian alur pelayanan, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung, hingga sistem pencatatan serta pelaporan hasil pemeriksaan.

Pada kelompok usia dewasa, skrining meliputi pemeriksaan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, fungsi hati, skrining calon pengantin, kesehatan kulit, serta pemeriksaan geriatri bagi masyarakat usia di atas 60 tahun.

BACA JUGA:DPRD dan Bupati Purworejo Sepakati Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Sementara untuk kelompok lanjut usia, pemeriksaan menggunakan pendekatan ADL dan SKILAS yang mencakup penilaian fungsi kognitif, mobilitas, status nutrisi, fungsi penglihatan dan pendengaran, hingga deteksi gejala depresi.

Menurut dr Sudarmi, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah warga yang mengikuti skrining, tetapi juga dari ketepatan pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.

“Kami ingin layanan Cek Kesehatan Gratis ini berjalan terstandar dan berkesinambungan di seluruh klinik. Harapannya, masyarakat Purworejo semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin,” tandasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: