Kualitas MBG di Magelang Dikeluhkan, Anggaran Dipangkas, Menu Jadi Ala Kadarnya

Kualitas MBG di Magelang Dikeluhkan, Anggaran Dipangkas, Menu Jadi Ala Kadarnya

Paket menu Makan Bergizi Gratis di salah satu SPPG kawasan Magelang Tengah yang hanya berisi roti, pisang, dan kacang.-ROSSA NUR AISYAH-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Magelang memicu polemik di kalangan masyarakat. Keluhan masif disuarakan sejumlah wali murid lantaran kualitas menu yang didistribusikan dinilai jauh dari standar kecukupan nutrisi.

Keresahan ini mencuat setelah paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Magelang Tengah didapati berwujud seadanya.

Dalam kemasan berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut, siswa hanya menerima sebungkus roti, satu buah pisang, dan sedikit kacang. Padahal, MBG di Kota Magelang digagas sebagai program strategis nasional.

BACA JUGA:Viral! SPPG Giyanti Temanggung Diinvestigasi, Diduga Beri Makanan Tak Layak ke Siswa MBG

Komposisi makanan ringan tersebut memantik kekecewaan Rini (35), salah seorang wali murid. Ia menilai paket tersebut lebih menyerupai camilan ketimbang asupan penunjang fokus belajar siswa.

“Menu ini tidak merepresentasikan upaya pemerintah dalam mengentaskan tengkes (stunting)," kata dia, Rabu (25/2/2026).

Akibatnya, transparansi anggaran dan inspeksi mendadak kini didesak oleh para orangtua. Mereka menuntut unit-unit pelaksana segera merevisi kualitas menu demi memenuhi ekspektasi awal program.

BACA JUGA:Viral Pegawai SPPG Pakis Magelang Bukber Mewah Di Tengah Sorotan Publik Soal Menu MBG

Kesenjangan ekspektasi dan realita ini diakui oleh Kepala SPPG Cacaban, Fatah Ginanjar Sejati. Ia menguraikan bahwa kendala infrastruktur menjadi biang keladi peralihan menu menjadi makanan kering.

“Korwil menginstruksikan pendistribusian makanan basah yang dikeringkan. Namun, ketiadaan mesin vakum di yayasan memaksa kami membagikan menu kering sepenuhnya," papar Fatah.

Komponen esensial seperti susu, kurma, dan abon pun absen akibat miskomunikasi dengan tim ahli gizi.

BACA JUGA:Kemiskinan dan Pendidikan Rendah Jadi Pemicu Utama Kekerasan Anak di Kota Magelang

Ironisnya, persoalan tidak berhenti pada keterbatasan alat penunjang. Pemangkasan pagu anggaran turut memperburuk kualitas hidangan bagi 11 sekolah yang disuplai oleh SPPG Cacaban tersebut.

Dari alokasi awal ada potongan beban operasional hingga gaji karyawan, termasuk sewa peralatan dan fasilitas lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait