Uji Coba Rekonstruksi Jalan Purworejo-Banyumas Dimulai, Target Perbaikan 4 Km
PPK 2.5 Jawa Tengah melaksanakan kegiatan uji coba pengambilan sampel material perkerasan jalan sebagai persiapan rekonstruksi paket pekerjaan dari Karangnongko hingga batas Banyumas di ruas Jalan Ring Road Purworejo, Kamis (26/2).-Eko Sutopo-Magelang Ekspres
PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – PPK 2.5 Jawa Tengah (Satker PJN Wilayah II Jateng) melaksanakan kegiatan uji coba (trial) pengambilan sampel material perkerasan jalan sebagai persiapan rekonstruksi paket pekerjaan dari Karangnongko hingga batas Banyumas.
Uji coba dilakukan di ruas Jalan Ring Road Purworejo, Kamis (26/2).
Koordinator Lapangan PPK 2.5 Jateng, Suwarno, menjelaskan bahwa kegiatan trial ini bertujuan untuk menentukan standar teknis yang akan digunakan dalam pekerjaan rekonstruksi mendatang.
“Untuk hari ini kita melaksanakan trial atau mengambil sampel yang nanti akan dipakai sebagai acuan kegiatan rekonstruksi paket kami mulai dari Karangnongko sampai batas Banyumas. Pekerjaan hari ini hanya sepanjang 50 meter kiri dan kanan dengan tonase terbatas, sekitar 50 ton,” jelasnya.
BACA JUGA:Cek Kesehatan Gratis 2026 di Purworejo Dimatangkan, Ini Jenis Skriningnya
Menurut Suwarno, hasil trial ini akan menjadi dasar dalam menentukan tingkat kepadatan, komposisi material, serta metode pelaksanaan pekerjaan.
Material yang digunakan adalah jenis AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) dengan ketebalan 6 sentimeter.
“Ini sebagai sampel. Nanti acuannya dari sini, baik kepadatan, metode pelaksanaan maupun materialnya,” ungkapnya.
Suwarno juga meluruskan anggapan masyarakat terkait kondisi jalan di Lingkar Purworejo yang dinilai kerap ditambal, tetapi kembali berlubang.
BACA JUGA:1.000 Warga Padati Masak Besar TMMD di Kebumen,TNI dan Rakyat Melebur dalam Semangat Kebersamaan
Pihaknya menegaskan bahwa lubang yang muncul bukan berada pada area yang telah diperbaiki secara standar.
“Di lingkar Purworejo itu seolah-olah sudah ditambal lalu berlubang lagi. Kami luruskan, lubang tersebut bukan di area yang dipacking secara standar. Berdasarkan histori penanganan terakhir, sebagian besar ruas itu sudah sangat lama tidak direkonstruksi,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dimiliki, penanganan terakhir di sejumlah titik bahkan dilakukan sebelum tahun 2015, bahkan ada yang sebelum 2010.
Dengan usia perkerasan lebih dari 10 tahun, kondisi jalan dinilai sudah tidak layak dan wajar mengalami kerusakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: