Banjir Lahar Dingin Merapi di Magelang Jadi yang Terbesar Sejak 2010, Tiga Tewas
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang masih hilang pascabanjir lahar dingin Gunung Merapi di Dukun Magelang.-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID – Banjir lahar hujan Merapi yang terjadi Selasa 3 Maret 2026 sore disebut sebagai yang terbesar sejak erupsi 2010.
Peristiwa ini menewaskan tiga orang, merusak infrastruktur, dan mengganggu kebutuhan dasar ribuan warga di lereng Gunung Merapi.
Selain korban jiwa, derasnya aliran material vulkanik juga menghantam permukiman dan fasilitas umum di sejumlah desa.
BACA JUGA:Pipa Hancur Diterjang Lahar Dingin Merapi, Ribuan Warga di Tiga Desa Dukun Magelang Alami Krisis Air
Skala kerusakan dinilai melampaui kejadian serupa dalam satu dekade terakhir.
Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman menyatakan, debit air yang turun dari hulu sangat besar dan membawa material hingga ke hilir.
“Ini terbesar sejak 2010. Debit air dari atas sangat besar dan membawa material hingga ke bawah,” ujarnya di Sungai Senowo, Rabu, 4 Maret 2026.
BACA JUGA:Telan 3 Korban Jiwa, Status Tanggap Darurat Bencana Magelang Resmi Ditetapkan Hari Ini
Aliran lahar dingin tersebut, kata dia, datang mendadak disertai batu berukuran besar serta pasir dan lumpur vulkanik.
Kondisi ini menyebabkan bangunan di sekitar aliran sungai tersapu tanpa jeda.
Salah satu titik terdampak berada di area bendungan yang berdekatan dengan warung milik warga.
BACA JUGA:Mobil Sigra di Mertoyudan Magelang Meledak, Tiga Penumpang Nyaris Tak Selamat
Bangunan itu ikut hanyut bersama material yang turun dari kawasan puncak.
“Air datang tiba-tiba, langsung besar dengan material. Tidak seperti biasanya yang naik bertahap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres