Mahasiswa Untidar Kembangkan Alat Pembasmi Hama Lalat Buah Berbasis IoT di Magelang

Mahasiswa Untidar Kembangkan Alat Pembasmi Hama Lalat Buah Berbasis IoT di Magelang

BERSAMA. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) bersama petani cabai Desa Girikulon berfoto setelah implementasi alat SIPESAT di lahan pertanian--

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Inovasi teknologi kembali hadir dari mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) untuk membantu sektor pertanian. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Untidar mengembangkan alat pembasmi hama lalat buah khususnya ditanaman cabai berbasis Internet of Things (IoT) bernama SIPESAT (Sistem Pembasmi Hama Cerdas Tepat Guna).

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Innovillage 2025 yang bertujuan membantu petani dalam mengatasi serangan hama lalat buah yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan tanaman cabai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Alat SIPESAT dirancang untuk mengendalikan hama dengan memanfaatkan teknologi sensor, mikrokontroler, dan sistem monitoring berbasis internet. Perangkat ini menggunakan lampu Ultra Violet (UV) untuk menarik serangga pada malam hari, kemudian hama yang mendekat akan dibasmi menggunakan sistem sengatan listrik.

Selain berfungsi sebagai perangkap hama, alat ini juga dilengkapi dengan sistem pemantauan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan yang dapat diakses melalui smartphone petani secara real-time.

BACA JUGA:Jateng Diserbu 17,7 Juta Pemudik, Gubernur Ahmad Luthfi Siagakan Posko Terpadu Lebaran

Ketua tim pengembang SIPESAT, Amru Al Fajar dari mahasiswa Teknik Elektro Untidar menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani cabai yang sering mengalami kerugian akibat serangan hama lalat buah.

“Kami melihat bahwa banyak petani mengalami kerugian besar karena serangan lalat buah yang menyebabkan cabai busuk sebelum dipanen. Melalui SIPESAT, kami mencoba menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama secara lebih efektif,” ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.

Amru bersama dua anggotanya, Irsyad Djaelani dan Iqbal Bagus Pamungkas, merancang sistem ini sejak tahap desain hingga uji lapangan.

Seluruhnya merupakan mahasiswa semester 4 yang memiliki minat di bidang sistem kendali dan elektronika berbasis IoT. Proyek tersebut dibimbing oleh Alifia Revan Prananda, S.Pd., M.Eng yang mendampingi sejak tahap konseptual hingga implementasi.Implementasi alat dilakukan pada lahan pertanian cabai seluas sekitar 1.000 meter persegi dengan jumlah sekitar 5.000 tanaman cabai, yang terdiri dari 2.500 cabai keriting dan 2.500 cabai rawit.

BACA JUGA:Mahasiswa Untidar Kembangkan Inkubator Telur Bebek IoT di Magelang

Salah satu petani mitra program mengungkapkan bahwa sebelum adanya alat SIPESAT, banyak cabai yang rusak akibat serangan hama lalat buah sehingga menurunkan kualitas dan jumlah hasil panen.

“Dulu banyak cabai yang rusak dan busuk karena lalat buah. Setelah ada alat ini, serangan hama jauh berkurang. Sekarang cabai yang busuk hampir tidak ada, paling hanya satu atau dua saja. Hasil panen juga jadi lebih bagus,” katanya.

Berdasarkan hasil implementasi di lapangan, penggunaan alat SIPESAT mampu mengurangi dampak serangan hama lalat buah hingga sekitar 80% dibandingkan kondisi sebelumnya.

Keberadaan alat ini juga terlihat efektif terutama pada malam hari, ketika banyak serangga berkumpul di sekitar lampu UV yang dipasang pada perangkat tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait