Berburu Lailatul Qadar#1, 9 Catatan Penting yang Bisa Memotivasi

Berburu Lailatul Qadar#1, 9 Catatan Penting yang Bisa Memotivasi

Berburu Lailatul Qadar#1, 9 Catatan Penting yang Bisa Memotivasi--

MAGELANGEKSPRES.ID-Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Berburu keutamaan malam laitul qadar juga dilakukan oleh para sahabat, istri-istri  Rasululah, tabi’in, tabi’ut tabi’in, ulama dan umat Islam hingga saat ini.

Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, mereka rela meninggalkan  dari segala kesibukan dunia untuk bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan  berdzikir dan beramal shaleh lainnya. Mereka disibukan dengan berbagai amal shaleh dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Mengapa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memburu malam malam lailatul qadar?  Ada beberapa catatan penting tentang lailatul qadar yang wajib diketahui sehingga bisa memotivasi kita untuk berburu malam lailatul qadar.

Pertama, Lailatul qadar masih terus ada hingga hari kiamat.

Kita dianjurkan untuk berburu lailatul qadar hingga akhir ajal.

Kedua, Dianjurkan untuk mencari lailatul qadar dan menghidupkan malamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)

Ketiga, Lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk memburunya, terutama di malam ganjil.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil.” (HR. Bukhari, no. 2027 dan Muslim, no. 1167)

Keempat, Lailatul qadar hanya terbatas pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan.

Menurut para ulama, malam Lailatul qadar terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27 atau 29. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-21 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari Abu Sa’id Al-Khudri. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-23 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari ‘Abdullah bin Unais.

Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mencari lailatul qadar pada malam ke-25, 27, 29. Dalam hadits Mu’awiyah disebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: