Perbaikan Jalan di Temanggung Jelang Mudik Lebaran 2026 Terkendala Anggaran
Sejumlah pekerja saat melakukan perbaikan jalan di Jalan raya Kandangan Jumo beberapa bulan lalu. -Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai melakukan persiapan, salah satunya melalui penambalan dan perbaikan jalan di sejumlah ruas kabupaten.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung belum mampu memperbaiki seluruh jalan berlubang di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Temanggung, Khamim Gunadi, mengatakan bahwa perbaikan tahun ini difokuskan pada ruas jalan yang menjadi jalur utama mudik Lebaran.
“Anggarannya sangat terbatas, jadi belum semua jalan berlubang bisa ditambal sulam,” kata Khamim, Senin (9/3).
BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg di Temanggung Mulai Naik Jelang Lebaran, Warga Berharap Tak Langka
Ia menjelaskan, perbaikan jalan kabupaten sebenarnya tidak hanya dilakukan menjelang arus mudik dan balik saja.
Pemeliharaan jalan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Masih kami lakukan perbaikan secara bertahap, dan kami perkirakan akan selesai sebelum mulai arus mudik dan balik tahun ini,” ujarnya.
Sejumlah ruas jalan di wilayah Parakan telah diperbaiki sebelum Ramadan, di antaranya Jalan Letnan Suwaji, Jalan Bambu Runcing, dan Jalan Kosasih.
BACA JUGA:Program Gempita Disdukcapil Temanggung Jemput Bola, Ratusan Warga Rentan Kini Punya KTP-El
Selain itu, penanganan juga dilakukan pada ruas Kedu–Tegong.
Di wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Temanggung, DPUPR memperbaiki beberapa ruas jalan seperti Geneng–Maron, Jalan Kadar, serta jalan tembus di samping STM Pembangunan.
Perbaikan juga dilakukan di Jalan HR Suprapto dan Jalan Panjaitan yang merupakan jalan kabupaten di wilayah Temanggung.
Sementara itu di wilayah UPT Kranggan, penanganan dilakukan pada ruas Kranggan–Kaloran, Pinggit–Wonokerso, dan Ngipik–Medono.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: