Saat Lapar Menguji Kesabaran

Saat Lapar Menguji Kesabaran

Saat Lapar Menguji Kesabaran--

MAGELANGEKSPRES.ID-Orang yang sedang puasa biasanya sensitif. Kenapa? Dia lapar. Tapi ingat! Dia sedang melaksanakan perintah Sang Pencipta. Jangan sampai engkau menahan lapar, tapi engkau tidak mampu mengendalikan emosimu.

❲ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ ِلِله حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ ❳

Barang siapa yang tatkala berpuasa dia tidak meninggalkan kalimat dusta, perbuatan bodoh,

Dia puasa, tapi dosa tetap jalan; marah-marah, emosi tidak terkendali. Maka buat apa engkau puasa?!

Karena sejatinya, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus serta dahaga. Tapi menahan jiwa untuk menjadi lebih bertakwa.

Disebutkan bahwasanya saat perut kosong itu energi menurun. Tubuh lemas, gula darah turun, tapi emosi menjadi sensitif, mudah tersinggung. Ini kondisi manusiawi.

BACA JUGA:Puasa Orang yang Sia-sia

Bagaimana kita menyikapinya?

Itu yang jadi tantangan orang yang sedang berpuasa. Ingat ayat tentang puasa.

{ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }

"Agar kalian bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla."

Tatkala Allah Jalla Jalaluh di surat Ali Imran menyebutkan kriteria orang yang bertakwa, Allah 'Azza wa Jalla mengatakan,

{ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ۞ }

(QS. Ali Imran: 134)

Di antara kriteria orang yang bertakwa adalah orang yang suka menahan emosinya. Dia tahan; dia emosi, dia marah. Apalagi lagi puasa. Tapi dia tahan untuk tidak dia lampiaskan amarahnya. Karena dia tahu dia sedang puasa. Aku sedang puasa. Adanya orang-orang yang memancing emosinya sebagai ujian buat dia. Tapi dia berusaha meminta pertolongan kepada Allah untuk menahan emosinya.

{ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ }

Tambah lagi kalau dia memaafkan orang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: