Tinjau Longsor Brebes, Ahmad Luthfi Ultimatum Pembenahan Cepat Akses Jalan dan Sekolah

Tinjau Longsor Brebes, Ahmad Luthfi Ultimatum Pembenahan Cepat Akses Jalan dan Sekolah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, guna mempercepat penanganan darurat, Rabu (11/3).-IST-MAGELANG EKSPRES

BREBES, MAGELANGEKSPRES.ID - Dampak kerusakan infrastruktur akibat longsor Brebes di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan memicu respons cepat dari otoritas tingkat provinsi.

Keruntuhan tebing sungai yang memutus jalan penghubung antardesa itu langsung ditinjau oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Rabu (13/3/2026).

Bencana pergerakan tanah ini bermula dari tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak awal bulan.

BACA JUGA:Rawan Kecelakaan Lebaran, Pemprov Jateng Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Exit Tol Bawen

Akibatnya, debit air Sungai Longkrang meluap drastis hingga menggerus fondasi tebing dan memicu kejenuhan tanah yang masif.

Kondisi kian memburuk saat hujan lebat kembali turun sepekan kemudian, tepatnya pada 8 Maret lalu. Terjangan air yang tiada henti akhirnya meruntuhkan badan jalan sekaligus merobohkan sebagian bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan.

Melihat skala kerusakan yang mengancam mobilitas warga, rapat tindak lanjut langsung digelar di lokasi kejadian bersama seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA:Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Jamin Keterbukaan Informasi Pemerintah Tanpa Ada yang Ditutupi

Pemprov, kata Luthfi, berkomitmen untuk mengintervensi perbaikan infrastruktur jalan kabupaten tersebut sesegera mungkin.


Gubernur Ahmad Luthfi memberi motivasi kepada siswa yang menjadi korban akibat tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes. -IST-MAGELANG EKSPRES

“Jalan harus segera dibikin, teknisnya didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita dari provinsi akan intervensi saja,” tegas Luthfi saat memberikan arahan penanganan darurat.

Selain pemulihan akses transportasi, penyelamatan sektor pendidikan juga menjadi prioritas utama agar hak belajar siswa tidak terenggut.

BACA JUGA:Wajar Magelang Jadi Kota Paling ToIeran, Klenteng Liong Hok Bio Bagikan Ribuan Lontong untuk Berbuka Puasa

Percepatan perbaikan dan relokasi sekolah mutlak dilakukan mengingat sisa bangunan yang ada kini berada dalam kondisi rawan ambruk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait