Tarawih di UMPWR, Wabup Purworejo Dion Agasi Ajak Mahasiswa Perangi Kebodohan Lewat Ilmu
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, melakukan Shalat Tarawih sekaligus menjadi penceramah di Masjid UMPWR, Rabu (11/3) malam.-Eko Sutopo-Magelang Ekspres
PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, melaksanakan Shalat Tarawih sekaligus memberikan ceramah di Masjid Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Rabu (11/3) malam.
Dalam kesempatan itu, Wabup mengajak civitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk berperan aktif memerangi kebodohan melalui ilmu pengetahuan.
Shalat Tarawih dipimpin oleh imam H Iyus Herdiana Saputra MSi dan diikuti ratusan jamaah yang didominasi mahasiswa serta kader muda Muhammadiyah.
Turut mendampingi Wabup, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Purworejo Ahmad Jainudin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo H Dr H Sutarja, Wakil Rektor II UMPWR Dr H M Taufik MT, Wakil Rektor IV UMPWR Dr Tusino MPd, serta Ketua LP3AK H Nasrudin MSi.
BACA JUGA:Ahli Waris Pekerja Rentan di Purworejo Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Dalam ceramahnya, Dion menegaskan bahwa yang harus diperangi bukanlah orang yang bodoh, melainkan kebodohannya.
“Bukan memerangi orang bodoh, tetapi memerangi kebodohan,” kata Dion.
Ia mengawali ajakan tersebut dengan menggambarkan situasi konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, untuk memahami dan menyikapi konflik dunia diperlukan pemikiran yang matang serta bekal ilmu pengetahuan.
Dion menambahkan, berdasarkan berbagai sumber, memerangi kebodohan dalam Islam hukumnya wajib. Bahkan hal itu diyakini sebagai salah satu bentuk jihad di jalan Allah untuk mengangkat harkat umat.
BACA JUGA:Pemkab Purworejo Siapkan Rp63 Miliar untuk 18 Paket Peningkatan Jalan dan Proyek Jembatan Tahun 2026
Ilmu pengetahuan, menurutnya, merupakan kewajiban dasar bagi setiap muslim.
Sebab kebodohan merupakan penyakit berbahaya yang dapat menghalangi pemahaman agama, tauhid, serta kemuliaan hidup.
“Salah satu tujuan penting dalam menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: