“Ngumbar Mbahmu”, Ajang Belajar Pertolongan Pertama Bagi Relawan 

“Ngumbar Mbahmu”, Ajang Belajar Pertolongan Pertama Bagi Relawan 

Para peserta kegiatan "Ngumbar Mbahmu" antusias mengikuti jalannya kegiatan-ZIIDA TAUFIQII -MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Komunitas relawan Magelang Raya menggelar kegiatan bertajuk "Ngumbar Mbahmu" sebagai wadah belajar bersama tentang pertolongan pertama sekaligus mempererat silaturahmi antar relawan. Bertempat di Museum Pangeran Diponegoro, kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, (14/3/2026) dan diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi relawan di wilayah Magelang.

Koordinator kegiatan, Saifuddin Chanani menjelaskan bahwa Ngumbar Mbahmu merupakan kegiatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat terkait penanganan pertama dalam situasi darurat.

“Kegiatan Ngumbar Mbahmu ini adalah wadah untuk belajar bersama berkaitan dengan pertolongan pertama dan juga untuk mewadahi silaturahmi antarrelawan, khususnya relawan di Magelang Raya,” ujar Saifuddin. 

BACA JUGA:Hindia Susul .Feast dan The Lantis Guncang Panggung Artopia Vol 1 di Magelang

Kegiatan ini telah digelar untuk yang kelima kalinya dan menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Lokasi pelaksanaan juga berpindah-pindah setiap tahun.

“Ini sudah yang kelima. Kita mulai dulu di Kampung Habitat dan lokasinya memang selalu berpindah,” katanya.

BACA JUGA:MagelangBIKe Gelar NgabubuRIDe, Kampanye Bersepeda Sambil Berbagi untuk Satwa  

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah unsur relawan dilibatkan, mulai dari organisasi kemanusiaan hingga komunitas komunikasi dan kebencanaan. Beberapa di antaranya seperti BMI, Garda, Tagana, ORARI, serta berbagai komunitas relawan lainnya.

Menurut Saifuddin, secara organisasi terdapat sekitar 10 hingga 15 komunitas yang terlibat. Sementara jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 120 orang. Saifuddin menyebut, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga relawan dengan latar belakang medis

“Kalau secara organisasi sekitar 10 sampai 15, kalau secara orang sampai hari ini yang daftar sekitar 120 peserta,” jelasnya. 

BACA JUGA:Unik, RW 1 Potrobangsan Gunakan Lampu LED Untuk Takbir Keliling

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait penanganan darurat. Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik serta simulasi penanganan kejadian di lapangan.

“Untuk penyampaian materi ada teori, praktik dan juga simulasi terkait penanganan yang mungkin mereka temui di lapangan,” tambahnya. 

BACA JUGA:Lomba Cerdas Cermat RW 6 Cacaban, Bekali Anak-anak Ilmu Agama

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: