Beri Ultimatum Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tuntut BUMD Jadi Pengungkit Ekonomi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI terkait evaluasi dan pengawasan kinerja BUMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Kinerja perusahaan pelat merah tingkat daerah kini tengah disorot Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Secara tegas ia meminta agar seluruh entitas bisnis tersebut bertransformasi menjadi BUMD pengungkit ekonomi Jateng sekaligus penyumbang pendapatan daerah yang signifikan.
Tuntutan ini mencuat menyusul evaluasi kinerja yang dipaparkan langsung bersama Komisi II DPR RI terkait pengawasan kinerja BUMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026).
BACA JUGA:Jaga Kamtibmas Pascalebaran, Polres Wonosobo Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama
Berdasarkan catatan Pemprov Jateng, ratusan entitas bisnis milik kabupaten maupun kota menunjukkan tren performa yang positif hingga tahun 2025.
Total aset belasan triliun rupiah berhasil dibukukan selaras dengan masifnya penyerapan belasan ribu tenaga kerja daerah.
Hal serupa juga tampak pada 41 perusahaan yang bernaung langsung di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
BACA JUGA:Gebrakan Damar Prasetyono, Pemkot Magelang Buka Kanal Aduan Rahasia Sapu Bersih Korupsi
Lantaran proyeksi setoran dividen dipatok terus meningkat setiap tahun, lembaga bisnis milik negara ini diwajibkan untuk selalu mencetak laba.
“Prinsipnya BUMD adalah harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” katanya.
Sebagai tulang punggung kelancaran fiskal, Bank Jateng pun turut didorong untuk tidak sekadar menopang transaksi administratif birokrasi semata.
BACA JUGA:Sentil Birokrasi, Gubernur Ahmad Luthfi Tuntut ASN Jateng Jadi Problem Solver Masyarakat
Pembiayaan sektor produktif hingga penguatan modal bagi UMKM, kata Luthfi wajib terus digenjot demi memutar roda perekonomian warga.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima menilai, bank milik pemerintah mestinya hadir sebagai alat pembangunan dan pemerataan ekonomi daerah, bukan sekadar mesin pencari profit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres