Tembus 98 Persen, Program Makan Bergizi Gratis Magelang Diwarnai Penutupan Tiga Dapur
GEDUNG. Kondisi Gedung SPPG Sawitan di Mungkid yang saat ini terpaksa berhenti beroperasi sementara guna menjalani proses renovasi fasilitas operasional. -HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID - Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magelang kini diklaim telah menjangkau nyaris seluruh sasaran penerima manfaat di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Magelang mencatat tingkat penyerapan layanan pemenuhan nutrisi itu sukses menembus angka 98 persen.
Tingginya realisasi program ini menyebabkan total penerima layanan gizi melonjak stabil hingga menyentuh sekitar 265 ribu orang.
BACA JUGA:Percepat Penanganan Stunting, Pemkab Purworejo Dorong Program MBG untuk Ibu Hamil, Busui, dan Balita
Kelompok penerima manfaat tersebut didominasi oleh 232.343 peserta didik, disusul belasan ribu guru dan tenaga lainnya yang kini mendapatkan jaminan asupan harian.
Keberhasilan daya jangkau ini rupanya diraih di tengah kondisi sistem distribusi lapangan yang masih memerlukan berbagai penyesuaian teknis.
BACA JUGA:SPPG Giyanti Temanggung Ditutup, Makanan Berjamur Picu Evaluasi MBG
Sekretaris Satgas Program MBG Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, membenarkan adanya penghentian sementara pada beberapa titik layanan logistik.
"Secara keseluruhan capaian layanan sudah mencapai 98 persen. Namun memang ada beberapa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang sementara tidak beroperasi karena penyesuaian sistem dan kendala teknis di lapangan," katanya, Senin (6/4/2026).
Penghentian operasional sementara itu dialami oleh tiga titik dapur utama, yakni di wilayah Karanganyar Borobudur, Sawitan Mungkid, dan Sawangan.
BACA JUGA:Viral! SPPG Giyanti Temanggung Diinvestigasi, Diduga Beri Makanan Tak Layak ke Siswa MBG
Langkah penonaktifan tersebut terpaksa diambil sebagai akibat langsung dari proses perbaikan operasional dan renovasi fasilitas gedung.
Durasi penutupan ketiga lokasi tersebut belum dapat dipastikan secara rinci oleh pihak penyelenggara karena skala perbaikan yang berbeda.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, menegaskan bahwa normalisasi layanan sangat bergantung pada kecepatan progres renovasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres