Rumah Terapi Temanggung Jadi Harapan Baru bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Rumah Terapi Temanggung Jadi Harapan Baru bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama istri saat meninjau langsung proses terapi di rumah terapi Temanggung yang diresmikan Senin (6/4).-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID - Senin (6/4) siang, ruang Fisio Terapi 1 Rumah Terapi Kabupaten Temanggung dipenuhi suasana yang tak mudah dilukiskan dengan kata-kata.

Di antara bunyi langkah para terapis dan percakapan yang lirih, mata Nadziroh (29) dan Indra Nur Iman (35) tampak berkaca-kaca.

Pandangan keduanya tak lepas dari tubuh mungil putra semata wayang mereka, Kianzi Abayzomi (6), yang akrab disapa Abay.

Bocah kecil itu terbaring lemah saat dua terapis dengan telaten memberikan layanan terapi.

Di sisi lain ruangan, Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama Ketua TP PKK Pancadewi Agus Setyawan turut mendampingi.

BACA JUGA:Remaja Hanyut di Sungai Progo Temanggung Belum Ditemukan, Pencarian Hari Ketiga Libatkan 140 Personel

Sesekali keduanya menyapa pasangan muda asal Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu itu, menyelipkan kalimat penyemangat, sambil mengelus lembut tubuh Abay.

Bagi Nadziroh dan Indra, kehadiran Rumah Terapi Temanggung bukan sekadar fasilitas layanan.

Tempat itu menjelma menjadi harapan baru—sebuah cahaya yang selama ini mereka nantikan untuk masa depan anak mereka yang berkebutuhan khusus.

Mereka sudah mengetahui kondisi Abay sejak lahir.

“Dari lahir sudah diberitahu dokter. Perkembangannya memang tidak seperti anak-anak lainnya, terus ada kejang juga. Sampai umur enam tahun Abay belum bisa jalan, baru bisa tengkurap saja, belum bisa bicara juga,” tutur Indra dengan suara pelan.

BACA JUGA:Bupati Temanggung Hemat Anggaran, Pilih Naik Motor saat Kunjungan Kerja Dinas

Bertahun-tahun, pasangan ini menempuh berbagai ikhtiar.

Mereka berpindah dari satu tempat terapi ke tempat lain, bahkan hingga ke luar kota. RS dr. Kariadi Semarang, RSUD, Sentra Terpadu Kartini, hingga PKU Muhammadiyah pernah menjadi saksi perjuangan mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait