21 Ribu Rumah di Jateng Tidak Punya WC, Pemprov Jateng Kebut Program Jambanisasi
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (22/4/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Saat ini, Jawa Tengah mencatatkan 21.542 rumah tak memiliki jamban. Karena itulah, Pemprov Jawa Tengah mempercepat program jambanisasi agar akses kesehatan warga semakin meningkat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI Masa Reses Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu, 22 April 2026.
Ia menyebut, sepanjang tahun 2025, Pemprov Jateng telah merealisasikan pembangunan 5.328 unit jamban bagi masyarakat.
BACA JUGA:Pemkab Magelang Buka 2.103 Lowongan Kerja, Ribuan Pelamar Serbu Job Fair Mungkid
Namun demikian, kebutuhan jamban layak masih cukup besar. Hingga saat ini, kata Taj Yasin, masih terdapat sekitar 21.542 rumah tangga yang belum memiliki akses jamban sehat.
"Pembangunan jamban dan penyediaan akses air bersih menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Taj Yasin.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, Pemprov Jateng mengharapkan dukungan pemerintah pusat melalui skema APBN, termasuk sinergi dengan DPR RI.
BACA JUGA:Kucurkan Rp33,2 Miliar, Pemprov Jateng Kebut Infrastruktur Desa Lewat TMMD dan Sengkuyung 2026
Pasalnya, ia menyadari bahwa program jambanisasi tidak akan mampu jika sumber pendanaannya tanpa melibatkan APBN.
“Jadi kami mohon dukungan agar kekurangan jambanisasi sekitar 21.542 rumah ini dapat segera direalisasikan,” lanjutnya.
Gus Yasin menambahkan, sejatinya intervensi sanitasi memiliki peran strategis dalam mendukung program kesehatan lainnya, termasuk penanganan stunting.
Di Jawa Tengah sendiri, lanjutnya, saat ini prevalensi stunting mencapai 9,77 persen atau sekitar 188.533 balita.
BACA JUGA:Meski Sudah Kantongi Izin, Warga Parangjoro Sukoharjo Tetap Tolak Warung Mie Babi
Sementara itu, Ketua Tim Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengatakan, pihaknya langsung mencatat kebutuhan jambanisasi di Jawa Tengah sebagai salah satu prioritas yang perlu mendapat dukungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: