Gudang Garam Stop Beli Tembakau Temanggung, Ekonomi Petani Terpukul
Sejumlah petani menjemur tembakau rajangan saat musim panen raya thun 2025 lalu. -Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID - Keputusan PT Gudang Garam yang tidak membeli tembakau hasil panen petani di Kabupaten Temanggung berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Selama ini, komoditas tembakau menjadi urat nadi ekonomi daerah tersebut.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengatakan dampak ekonomi dari panen tembakau tidak hanya dirasakan petani dan pelaku usaha pertembakauan, tetapi juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Yang merasakan dampak ekonomi dari panen tembakau tidak hanya petani, namun seluruh masyarakat,” ujarnya, Senin.
BACA JUGA:Panen Kopi Temanggung 2026 Turun 30 Persen, Dampak Kemarau Basah dan Cuaca Ekstrem
Menurutnya, panen raya tembakau memiliki efek berganda terhadap perputaran ekonomi daerah.
Saat harga tembakau tinggi, daya beli petani meningkat dan berdampak langsung pada aktivitas pasar. Sebaliknya, ketika harga turun, kondisi ekonomi ikut melemah.
“Kalau kondisi bagus, petani banyak belanja di pasar, pedagang ikut merasakan. Tapi kalau sebaliknya, dampaknya juga luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam dua tahun terakhir harga tembakau masih jauh dari harapan petani.
BACA JUGA:Tradisi Wiwit Lereng Sumbing Dimulai, Petani Tembakau Temanggung Harap Harga Tembus Rp100 Ribu
Salah satu penyebab yang diduga kuat adalah tidak adanya persaingan pembelian dari pabrikan rokok, terutama karena PT Gudang Garam tidak lagi menyerap tembakau dari Temanggung.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah perusahaan tersebut akan kembali melakukan pembelian pada musim panen tahun ini.
“Belum ada tanda-tanda dari pabrikan apakah akan kembali melakukan penyerapan atau tidak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana mengambil langkah proaktif dengan mengunjungi sejumlah sentra industri rokok di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: temanggung ekspres