Progres 75 Persen, Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Magelang Terhambat Lahan
Salah satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magelang yang progresnya sudah selesai.-IST-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID – Percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, masih terhambat masalah penyediaan lahan di sejumlah desa.
Padahal, secara keseluruhan progres pembangunan yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 ini sudah mencapai sekitar 75 persen.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0705/Magelang Kapten Kav Sriyanto menyebutkan, dari total target 279 unit KDMP, sebanyak 56 unit di antaranya telah rampung 100 persen.
Sisanya masih dalam proses penyelesaian konstruksi maupun tertahan akibat kendala lahan.
"Kami optimistis akhir Juli atau awal Agustus 2026 seluruhnya selesai," tegas Sriyanto, Rabu 29 April 2026.
BACA JUGA:Pembangunan Koperasi Merah Putih Kota Magelang Terkendala Lahan
Kendala utama dari keterlambatan di beberapa titik adalah syarat ketat lokasi pembangunan.
Setiap desa diwajibkan menyediakan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi untuk bangunan utama, unit usaha, gudang, dan area parkir.
Selain luas, lahan harus strategis, memiliki legalitas jelas, stabil, bebas risiko bencana, serta tidak berada di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
BACA JUGA:KDKMP Temanggung Terima 40 Truk dan 20 Motor Roda Tiga, Siap Perkuat Operasional Koperasi Desa
Dukungan infrastruktur seperti listrik, air, dan akses internet juga menjadi prasyarat mutlak.
Di Desa Bulurejo Kecamatan Mertoyudan misalnya, jadi salah satu wilayah yang berhasil memenuhi syarat tersebut dengan memanfaatkan aset tanah bengkok dan tanah kas desa.
Kepala Desa Bulurejo Agus Budi Santoso memastikan proyek di wilayahnya berjalan lancar karena legalitas dan ketersediaan lahan sudah tuntas.
"Untuk lahan sudah memenuhi. Sekarang sudah mulai dibangun dan masih dalam proses," ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres