Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim, Bidik Wisatawan Mancanegara

Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim, Bidik Wisatawan Mancanegara

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan arah pengembangan wisata ramah muslim dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah wilayah Solo Raya di Boyolali, Selasa (2/6).-IST -MAGELANG EKSPRES

BOYOLALI, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan wisata ramah muslim sebagai salah satu strategi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi syariah. Langkah tersebut tidak hanya menyasar wisatawan domestik, tetapi juga pasar mancanegara, khususnya dari negara-negara rumpun Melayu dan Timur Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata religi untuk memperkuat branding atau penjenamaan destinasi. Upaya itu dinilai penting agar daya tarik wisata di daerah semakin meningkat.

"Wisata ramah muslim bisa dikembangkan lebih luas tidak hanya situs sejarah terkait dengan makam. Ada keraton yang terkait dengan petilasan muslim ada juga kasunanan, tolong nanti di-branding," kata Luthfi saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6).

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Siap Hadapi Tantangan Global

Menurutnya, pengembangan wisata ramah muslim memiliki peluang besar untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Karena itu, daerah perlu menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan merasa nyaman selama berkunjung.

"Wisata ramah muslim itu bukan berarti masakannya saja yang halal. Di sana harus disiapkan tempat ibadah bagaimana, paket wisata bagaimana, dan lain sebagainya," ujarnya.

Sejumlah kepala daerah di wilayah Solo Raya menyatakan kesiapan mendukung tema pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

BACA JUGA:Komisi IV DPR RI Soroti Distorsi Informasi Swasembada Pangan, Lihat Data dan Fakta

Bupati Agus Irawan mengatakan pihaknya akan memperkuat desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, serta destinasi wisata berkelanjutan.

Menurutnya, Solo Raya merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang perlu terus diperkuat melalui konektivitas, investasi, dan pembangunan yang terintegrasi.

"Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan juga lintas sektor," katanya.

BACA JUGA:Bentengi Generasi Muda dari Narkoba, Polbangtan Kementan Siapkan SDM Pertanian Berkarakter dan Produktif

Dukungan serupa disampaikan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo. Ia menyebut jumlah wisatawan yang berkunjung ke Klaten menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Untuk mendukung sektor tersebut, pemerintah daerah telah menyusun kalender event wisata sepanjang tahun.

"Sekarang kami sudah mulai dilirik oleh turis-turis dari mancanegara. Kekuatan kami ada di desa," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait