Rupiah Melemah Capai Rp 18.000, Harga Pangan di Magelang Stabil Berkat Hedging
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, terpantau berjalan normal dengan harga yang tetap stabil di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah, Selasa (2/6/2026).-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang nyaris menyentuh level Rp 18.000 belum memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di Kota Magelang.
Stabilitas pasar tradisional pada awal Juni 2026 ini berhasil dipertahankan berkat penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP) serta skema lindung nilai (hedging) dalam aktivitas perdagangan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Hendra Subiyanto memastikan kondisi harga bahan pangan impor seperti kedelai dan daging sapi masih terkendali.
BACA JUGA:Penjualan Daging Sapi Eceran di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Turun Drastis Usai Iduladha
Pelemahan kurs, kata dia, tidak serta-merta mengerek harga jual komoditas strategis di tingkat konsumen.
"Kalau melihat data yang kami pantau setiap hari di Pasar Rejowinangun, Kebonpolo, dan Gotong Royong, sampai saat ini belum ada dampak langsung dari kenaikan dolar terhadap harga pangan," kata Hendra, Selasa (2/6/2026).
Instrumen utama pemerintah dalam menahan gejolak inflasi tersebut bertumpu pada pemberlakuan HAP.
BACA JUGA:Perkuat Bisnis ke Pasar Global, Pertamina Drilling Bersinergi dengan Halliburton Indonesia
Kebijakan itu mematok batas maksimal harga komoditas agar tidak melambung liar. Jika grafik harga di lapangan terpantau melebihi acuan, pemerintah daerah bakal segera menjadikannya sebagai fokus intervensi.
Di samping pembatasan harga eceran, para pelaku impor rupanya telah mengandalkan mekanisme hedging atau penguncian harga kontrak sejak jauh hari.
Sistem perlindungan tersebut dinilai ampuh meredam transmisi gejolak kurs global ke pasar domestik.
"Jadi, misalnya kontrak impor dilakukan beberapa bulan sebelumnya dengan harga yang sudah disepakati. Ketika dolar naik sekarang, harga barang belum tentu langsung ikut naik," tuturnya.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Gaji dan Jabatan, Untidar Tetapkan Tiga Indikator Kesuksesan Alumni
BACA JUGA:Kuota Jalur Prestasi SPMB 2026 Magelang Berbeda, SMK 75 Persen dan SMA 30 Persen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres