SMPN 1 Magelang Tumbuhkan Minat Cinta Tanaman Lewat Program Gema Cinta
Sejumlah siswa kelas 8 sedang memindahkan tanaman ke dalam pot-Rossa Nur Aisyah-Magelang Ekspres
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - SMP Negeri 1 Magelang menggalakkan penghijauan melalui plant project bertajuk Gema Cinta atau Gerakan Menanam, Merawat, dan Mencintai Tanaman.
Program yang telah berjalan hampir setahun sejak diluncurkan pada 24 Oktober 2025 ini bertujuan menumbuhkan minat siswa terhadap dunia pertanian.
Ketua Tim Gema Cinta yang juga penanggungjawab Green School Club (GSC) sekaligus guru IPA, Afifah Anggraini, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya minat siswa terhadap pertanian.
Dari survei terhadap lebih dari 700 siswa, hanya satu orang yang menyatakan ingin berkarier di bidang pertanian.
“Waktu itu dari 700-an siswa hanya satu yang menjawab ingin di bidang pertanian. Dari situ kami terpikir bahwa ke depan kita membutuhkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sesuai Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga perlu menumbuhkan ketertarikan anak dalam dunia menanam,” ujar Afifah.
BACA JUGA:SMPN 1 Magelang Deklarasikan SETARA BERSINAR, Sekolah Tanpa Kekerasan dan Bersih Narkoba
Saat ini, Gema Cinta berfokus pada empat jenis tanaman, yakni tanaman buah, hortikultura, tanaman pangan, dan tanaman hias. Afifah menambahkan, ke depan pihaknya akan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta komunitas pecinta alam untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada siswa.
“Ke depannya kami mengajak siswa untuk belajar tentang mitigasi, misalnya bagaimana pohon bisa menahan longsor. Nantinya kami bisa bekerja sama dengan BPBD dan komunitas pecinta lingkungan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, siswa juga dijadwalkan berkunjung ke sejumlah kebun di sekitar Magelang pada 21 September mendatang, setelah pelaksanaan asesmen sekolah.
Kunjungan tersebut dimaksudkan agar siswa dapat belajar langsung praktik cara menanam.
“Tanggal 21 September nanti, setelah asesmen, kami akan berkunjung ke beberapa kebun di sekitar Magelang untuk belajar menanam secara langsung,” kata Afifah.
BACA JUGA:SMPN 10 Magelang Sulap Lahan Pasif Jadi Kebun Produktif lewat Pak Purba Makan Ketan
Selain praktik menanam, program ini juga mengajarkan siswa memanfaatkan kembali barang bekas sebagai media tanam.
“Kami juga berencana memanfaatkan galon dan botol bekas, karena ini juga bagian dari penerapan SDGs,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: