Pemprov Jateng Beri Tali Asih 2.000 Hafiz dan Perluas Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Beri Tali Asih 2.000 Hafiz dan Perluas Beasiswa Santri

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghadiri Haflah Khotmil Quran ke-XV, Qiro'ah Sab'ah, serta Haul KH M. Saifulloh dan Nyai Hj. Siti Mutmainah di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026). -IST -MAGELANG EKSPRES

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pendidikan pesantren tidak hanya diwujudkan melalui pemberian insentif guru agama.

Para penghafal Al-Qur'an hingga santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga mendapat perhatian melalui program tali asih dan beasiswa.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan hingga 2026 lebih dari 2.000 hafiz dan hafizah di Jawa Tengah telah menerima tali asih atau bisyarah sebesar Rp1 juta per orang setelah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.

BACA JUGA:6 Kado Spesial Hari Santri 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Kucurkan Beasiswa hingga Satgas Anti-Bullying

Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Haflah Khotmil Quran ke-XV, Qiro'ah Sab'ah, serta Haul KH M. Saifulloh dan Nyai Hj. Siti Mutmainah di halaman Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, (1/11/2026).

"Ini bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan pondok pesantren," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk memperoleh tali asih tersebut, pesantren tidak perlu mengajukan proposal. Pihak pesantren cukup menyampaikan undangan kegiatan wisuda serta menunjukkan bukti bahwa santri yang bersangkutan telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an dengan disaksikan kiai atau pembimbingnya.

BACA JUGA:Pemprov Jateng Lanjutkan Beasiswa Santri dan Insentif Guru Agama, Anggaran 2026 Capai Rp6,8 Miliar

Menurut Taj Yasin, perhatian pemerintah terhadap pesantren tidak berhenti pada apresiasi bagi para penghafal Al-Qur'an. Dukungan juga diberikan kepada kiai, ustaz, guru agama, serta santri yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan.

Melalui program Pesantren Obah, Pemprov Jateng melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan pada periode pemerintahan sebelumnya. Dukungan tersebut juga diperluas melalui pemberian beasiswa pendidikan tinggi bagi santri.

"Kalau ada program yang sudah baik pada pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang kita lengkapi. Termasuk apresiasi kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur'an, insentif guru agama, dan sekarang kita tambahkan beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah," jelasnya.

BACA JUGA:Jelang Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Salurkan Beasiswa untuk 482 Mahasantri dan Santri Penggerak

Program beasiswa tersebut menjangkau sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah, di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta sejumlah perguruan tinggi di lingkungan pesantren.

Kesempatan melanjutkan pendidikan juga terbuka hingga luar negeri. Pemprov Jateng memfasilitasi santri yang ingin menempuh pendidikan di sejumlah negara, seperti Yaman, Mesir, dan China.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait