Sofwan Dedy Soroti Minimnya Anggaran Basarnas, Peralatan SAR Magelang Butuh Penguatan
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardianto saat menyambangi Kantor Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (1/11/2026).-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID - Keterbatasan anggaran dan peralatan operasional masih menjadi pekerjaan rumah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardianto, saat menyambangi Kantor Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (1/11/2026) sore.
Dalam kunjungan informal tersebut, Sofwan menyempatkan diri melihat kondisi personel, kelengkapan peralatan, serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan.
BACA JUGA:Tim SAR Selamatkan Pekerja Tertimbun Longsor Saat Gali Mata Air di Temanggung, Evakuasi 2 Jam
Ia mengungkapkan, selama ini dirinya kerap mengadvokasi peningkatan anggaran Basarnas dalam rapat-rapat Komisi V DPR RI.
Menurutnya, anggaran yang tersedia belum sebanding dengan besarnya tanggung jawab Basarnas, terutama menghadapi tingginya potensi bencana di Indonesia.
"Antara tugas yang harus diemban Basarnas dengan dukungan anggarannya ini sangat timpang. Indonesia berada di kawasan ring of fire, sehingga potensi bencana dan kecelakaan sangat tinggi. Semestinya Basarnas mendapatkan porsi anggaran lebih besar," ujarnya.
BACA JUGA:Tim SAR Perluas Radius Pencarian Warga Borobudur yang Hilang Terseret Arus Sungai Progo
Terlebih, Kabupaten Magelang memiliki ancaman bencana seperti aktivitas Gunung Merapi dan tanah longsor.
Karena itu, dukungan peralatan SAR juga perlu ditingkatkan secara signifikan.
"Untuk wilayah Magelang, mestinya peralatannya itu kualifikasinya bisa sepuluh kali lipat dari yang ada sekarang," tegasnya.
Sementara itu, personel Unit Siaga SAR Borobudur, Rian Aris Pramana, mengakui keterbatasan peralatan masih menjadi kendala dalam penanganan kejadian di lapangan, terutama kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan peralatan khusus untuk evakuasi korban.
"Di sini masih minim, khususnya untuk penanganan kecelakaan yang membutuhkan peralatan khusus. Itu menjadi kendala kami di lapangan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

