MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO - SMA Negeri 7 Purworejo dipercaya untuk tampil mewarani even budaya Gendhing Setu Legi (GSL) Tahun ke-3 Pagelaran ke-1 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (30/1) malam. Sama seperti pagelaran sebelumnya yang terbatas akibat pandemi Covid-19, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purworejo sebagai pemrakarsa mengemasnya secara virtual. "Malam hari ini kami mendapat kesempatan mengisi kegiatan yang rutin digelar oleh Diskominfo Kabupaten Purworejo. Anak-anak sudah berlatih dan mempersiapkan diri selama satu setengah bulan sebelum pementasan," kata Kepala SMA Negeri 7 Purworejo, Niken Wahyuni. Ada beberapa kesenian yang dipentaskan, antara lain gending ayo ngguyu, gangsaran, dan kembang kapas. Selain itu juga tari Golek Ayun-Ayun yang semuanya diperankan siswa-siswi SMA Negeri 7 Purworejo. Bangunan haritage SMA Negeri 7 Purworejo yang bersejarah juga ikut dikenalkan dan dipaparkan secara virtual dalam kegiatan tersebut. Baca Juga Kenalan Via Medsos Berujung Pencabulan "Mendukung penampilan anak-anak, kebetulan kami memiliki guru pembimbing yang kompeten dan lengkap, tadi juga ada geguritan dengan teman Covid-19 sebagai bentuk pelajaran dan bagaimana menyikapi pandemi," jelasnya. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa supaya tidak luntur kecintaannya terhadap budaya. Lebih dari itu, mengingatkan generasi muda untuk terus melesetarikan budaya warisan leluhur dan membentengi diri dari budaya asing yang dewasa ini sulit dibendung. "Kegiatan ini sangat hebat untuk menanamkan nila-nilai budaya yang cukup tinggi dan juga sangat pas untuk pembinaan karakter generasi bangsa," ungkapnya. Lilis Kresasia Indri, siswa Kelas 11 SMA Negeri 7 Purworejo, menyatakan sudah berlatih sekitar dua bulan sebelum pementasan tari Golek Ayun-ayun. Ia mengaku senang dan bangga dapat menari pendapa Kabupaten. Menurutnya, selain menjadi pengalaman tersendiri, banyak pesan yang didapat dalam kegiatan yang ia kiuti, selain melestarikan budaya, mendalami kebudayaan khususnya budaya Jawa dinilai cukup menentramkan jiwa. "Mungkin sudah mulai sedikit anak muda jaman sekarang yang bisa ngrawit atau menari, padahal kesenian ini sangat kental sekali nilai budayanya. Saya akan tetap mencintai budaya saya, semoga terus lestari karena ini juga menjadi benteng untuk menghadapi gempuran budaya luar yang jauh dari budaya ketimuran," ujar gadis asal Purwodadi ini. (top)
SMAN 7 Warnai Gedhing Setu Legi
Senin 01-02-2021,03:05 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 11-05-2026,15:15 WIB
Motif Dendam Tunangan Dilecehkan, Pemuda di Magelang Pukuli Rekan Kerja hingga Tewas
Senin 11-05-2026,17:08 WIB
Lakukan Tindak Asusila Sejak TK, Pedagang Angkringan di Magelang Terancam Hukuman Belasan Tahun Penjara
Senin 11-05-2026,16:04 WIB
Aniaya Rekan Kerja hingga Tewas, Pria di Magelang Gagal Nikah karena Harus Mendekam di Penjara
Senin 11-05-2026,15:11 WIB
Buntut Provokasi Rombongan Motor, 9 Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Magelang Ditangkap
Senin 11-05-2026,09:52 WIB
HAWS Magelang Buka Pendaftaran TK dan SD, Tawarkan Kurikulum Cambridge dan Diskon Biaya Masuk
Terkini
Senin 11-05-2026,17:48 WIB
Kadin Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Sukses Tarik Kepercayaan Pemodal
Senin 11-05-2026,17:41 WIB
Atasi Krisis, Pemprov Jateng Jadikan Semarang Raya Proyek Perdana Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Senin 11-05-2026,17:08 WIB
Lakukan Tindak Asusila Sejak TK, Pedagang Angkringan di Magelang Terancam Hukuman Belasan Tahun Penjara
Senin 11-05-2026,16:41 WIB
Perkuat Perlindungan, Wagub Jateng Dorong Pembentukan Satgas Anti-Kekerasan di Pesantren
Senin 11-05-2026,16:33 WIB