MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan hasil seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Sebanyak 120 santri dinyatakan lulus sebagai mahasantri pada pilihan takhassus di empat Ma’had Aly. Keempat Ma’had Aly tersebut adalah Ma’had Aly As’adiyah Sengkang Sulawesi Selatan, Ma’had Aly Kebonjambu Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang Jawa Timur, dan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Jawa Timur. Adapun untuk pilihan studi di Maroko, masih ada satu tahapan tes yang akan dilangsungkan pada 4-6 Agustus 2020. Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Imam Safe’i menjelaskan, penerima manfaat program beasiswa santri tahun ini tersebar di 20 provinsi. Mereka berasal dari Gorontalo, Sumsel, Jambi, Papua Barat, Sulsel, Kaltim, Kaltara, Aceh, Jabar, Jatim, Sulbar, Sulteng, Banten, Sumut, Kalbar, DKI Jakarta, Jateng, NTB, Sultra, dan Riau. "Ada 10 provinsi yang tidak mendaftar pada pilihan Ma’had Aly. Sementara dari empat provinsi lainnya, ada santri yang mendaftar, namun dinyatakan gugur karena tidak mengikuti tes atau nilainya di bawah standar," kata Imam dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/6). Menurut Imam, peserta yang sudah dinyatakan lulus ini harus melakukan validasi data pada Kantor Wilayah Kemenag Provinsi. Mereka juga harus mengkonfirmasi kelulusannya kepada pengelola PBSB di masing-masing Ma’had Aly. "Jika membutuhkan pendampingan, mereka dapat menghubungi perwakilan pengurus Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA)," terangnya. "Maha santri diwajibkan mengikuti seluruh aktivitas yang telah ditetapkan Ma’had Aly dalam kalender akademik. Mahasantri PBSB ini akan mendapatkan komponen beasiswa yang terdiri dari biaya pendidikan selama delapan semester, biaya hidup per bulan selama delapan semester, serta biaya tunjangan lain pada akhir semester," sambungnya. Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Pesantren Kemenag, Basnang Said mengingatkan, agar para santri yang telah dinyatakan lulus tidak mengundurkan diri. Sebab jika itu dilakukan, Kemenag akan memblokir akun pesantren asal santri tersebut sehingga tidak bisa mendaftar PBSB selama dua tahun ke depan. "Mahasantri yang kedapatan menggunakan data atau dokumen palsu akan didiskualifikasi secara sepihak," tegas Basnang. Basnang menambahkan, mahasantri agar waspada terhadap segala bentuk penipuan dan pungutan liar yang mengatasnamakan PBSB Kementerian Agama. "Pengumuman dan informasi resmi disampaikan melalui laman resmi Kemenag, PBSB serta Contact Center PBSB. Ketetapan ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat," pungkasnya. (der/fin)
120 Santri Lulus Seleksi PBSB
Jumat 26-06-2020,03:55 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 08-08-2026,15:06 WIB
Keluhan Layanan IGD RSUD Merah Putih Magelang Viral, Direktur Minta Maaf dan Evaluasi
Sabtu 08-08-2026,11:18 WIB
Pemkot Kaji Penyesuaian Tarif Tiket Taman Kyai Langgeng, Warga Magelang Tetap Diskon 50 Persen
Sabtu 08-08-2026,10:52 WIB
Warga Wonogiri Magelang Tuntut Kades Diproses Hukum Terkait Dana Desa
Sabtu 08-08-2026,11:04 WIB
Update Dugaan Keracunan MBG di Candimulyo Magelang, 24 Siswa Dirawat
Sabtu 08-08-2026,11:12 WIB
Banyak Truk Besar Nekat Masuk Kota Magelang, Polisi Perketat Patroli Malam
Terkini
Sabtu 08-08-2026,21:24 WIB
Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di Alor
Sabtu 08-08-2026,17:21 WIB
Walikota Magelang Minta HAWS Beri Beasiswa untuk Anak dari Keluarga Tak Mampu
Sabtu 08-08-2026,15:35 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Special Achievement Award di Kudus
Sabtu 08-08-2026,15:27 WIB
Pemkab Magelang Pastikan Penanganan Krisis Air dan Karhutla Berjalan Optimal
Sabtu 08-08-2026,15:06 WIB