MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pemkab meminta adanya deteksi cepat terkait potensi bencana alam yang ada di Kabupaten Wonosobo. Hal tersebut untuk meminimalisir korban jika terjadi bencana di kabupaten dingin ini. “Saya sudah perintahkan seluruh camat, untuk aktif memantau dan berkomunikasi dengan pemerintah desa. Utamanya desa-desa yang rawan bencana, baik longsor, banjir atu tanah bergerak,” ungkap Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo, kemarin. Menurutnya, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kabupaten di Jateng yang menduduki peringkat lima besar ancaman bencana lama. Bahkan hampir semua potensi bencana ada di kabupaten pegunungan ini, terkait hal itu maka kewaspadaan, kesadaran dan juga mitigasi bencana harus terus dibangun. “Dari hasil pemetaan yang kami lakukan hampir semua kecamatan, memiliki potensi bencana, baik itu yang ada di wilayah utara maupun yang ada di wilayah selatan. Kondisi saat ini memang cukup sulit, apalagi di tengah pandemi covid 19,” ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, kondisi cuaca, utamanya puncak musim penghujan yang terjadi sejak awal bulan Januari 2021 ini perlu disikapi dengan kewaspadaan oleh seluruh masyarakat. Titik-titik rawan longsor perlu dipantau. Deteksi cepat tersebut akan membantu meminimalisir jatuhnya korban jika terjadi bencana. Baca Juga Pembuatan Badan Jalan Dua Desa Gunakan Tiga Alat Berat “Yang dibutuhkan saat ini deteksi cepat, kalau tanah sudah retak atau potensi longsor, segera laporkan dan lakukan proses evakuasi,” katanya. Sementara itu, kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim K, mengatakan, hujan deras disertai angin kencang maih akan berlangsung di wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten Wonosobo. Sejumlah kejadian tanah bergerak dan juga longsor sudah terjadi dalam sepekan ini. Meski belum ada korban jiwa namun telah merusak infrastruktur jalan serta menggangu aktivitas warga di sejumlah kecamatan. “Kecamatan Wadaslintang, Kaliwiro, Kepil dan Kalibawang ini ptoensi tanah bergerak dan longsor cukup besar. Maka kita imbau kepada pemerintah desa untuk tingkatkan kewaspadaan,” ucapnya. Berkaitan dengan jalur yang amblas Desa Trimulyo dan Ngalian Kecamatan Wadaslintang, sudah dalam penanganan Bina Marga Provinsi Jateng, bahkan di depan koramil Wadaslintang sudah dilakukan pengurukan tanah. “Kalau cuaca mendukung proses perbaikan jalan yang ambles bisa lebih cepat. Namun sebaliknya kalau hujan deras masih terus menguyur wilayah itu ya kemungkinan proses perbaikan akan lambat,” katanya. (gus)
Antisipasi Risiko Bencana, Perlu Deteksi Cepat
Kamis 21-01-2021,02:19 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,14:37 WIB
FLS3N Kota Magelang Rampung Digelar, 16 Peserta Kantongi Tiket ke Provinsi Jawa Tengah
Sabtu 02-05-2026,14:58 WIB
Angka Kemiskinan di Kota Magelang Turun Tipis, Jadi Sorotan DPRD
Sabtu 02-05-2026,15:25 WIB
Reli Mobil Kuno PPMKI Dongkrak Ekonomi, Kota Magelang Bersiap Gelar 3 Event Lagi
Sabtu 02-05-2026,19:55 WIB
Atria Hotel Magelang Suguhkan Seafood Sepuasnya, Barbeque Kampung Nelayan Mulai Rp100 Ribu
Sabtu 02-05-2026,21:02 WIB
Percepat Pemulihan Pascabencana, Aceh Gelar Tanam Padi Serempak
Terkini
Minggu 03-05-2026,14:22 WIB
Kota Magelang Jadi Kota Termaju di Indonesia, Kuat di Sektor Jasa dan Perdagangan
Minggu 03-05-2026,12:23 WIB
Ribuan Pelari Padati Mangkunegaran Run 2026, Padukan Semangat Olahraga dan Keluhuran Budaya Solo
Minggu 03-05-2026,07:57 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Jajal Paralayang di Curug Sewu, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Sabtu 02-05-2026,21:02 WIB
Percepat Pemulihan Pascabencana, Aceh Gelar Tanam Padi Serempak
Sabtu 02-05-2026,19:55 WIB