MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Bantuan sosial (bansor) berupa beras sebanyak 45 kilogram (Kg) untuk tiga bulan akan langsung diantar ke rumah penerima. Tujuannya agar tidak menciptakan kerumunan di tengah tingginya akan penularan COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bansos beras akan diantarkan langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Sehingga tidak terjadi kerumunan masyarakat saat mengambil bansos. \"Sesuai dengan kesepakatan, beras ini akan diantar langsung ke rumah KPM. Karena itu, nanti mohon dipantau di lapangan. Jadi tidak boleh hanya ditaruh di satu tempat kemudian penerima manfaatnya dipanggil disuruh ambil,\" katanya dalam keterangannya, Minggu (20/9). Dijelaskannya, transporter pembawa bansos beras akan langsung mendatangi rumah penerima. Nantinya transporter akan didampingi oleh PKH. \"Setelah ditetapkan titik kumpul tertentu didampingi pendamping PKH itu, nanti ada transporter dan pihak ketiga dari transporter yang akan mengantar ke rumahnya. Kecuali kalau memang ada KPM yang mau bawa sendiri. Tetapi kesepakatannya harus diantar sampai ke rumah,\" terangnya. Untuk memastikan bansos mencukupi, dia mengaku terus memeriksa Gudang Bulog. Mulai dari, ketersediaan beras, kualitas beras, bobot beras yang akan disalurkan ke KPM PKH, dan distribusinya. \"Di sini sudah kita cek Insya Allah berasnya tersedia di gudang, jadi tidak cari-cari lagi. Dan berasnya Alhamdulillah beras lokal. Artinya pemberdayaan petani melalui mekanisme pembelian oleh Bulog itu berjalan dengan baik. Kualitas beras juga bagus, kita jamin berasnya medium. Bobot juga sudah sesuai 15 kilogram,\" tuturnya. Sebelumnya Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan bansos beras akan diberikan kepada 10 juta KPM PKH. \"Ini bantuan dari Presiden melalui Kementerian Sosial bekerjasama dengan Bulog. Beras ini ibu-ibu akan dapat 15 kilo sebanyak tiga kali. Tapi karena hari ini kita lagi senang, kita kasih sekaligus dua kali yaitu 30kg. Nanti bulan depan 15 kilo satu kali lagi,“ ujarnya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (18/9). Penyaluran BSB ditargetkan selesai November. Dia pun berpesan, semua pihak dapat membantu mengawal kelancaran penyaluran BSB di lapangan. “Program ini semoga tepat sasaran. Teman-teman Bulog, Transporter, juga agar bekerjasama dengan Pemda setempat dan pendamping PKH, serta aparat penegak hukum,” katanya. Beras yang disalurkan untuk program ini adalah beras medium, pemenuhan bansos ini bersinergi dengan Perum Bulog, Dinas Sosial, transporter, dan pendamping PKH.(gw/fin)
Bansos Langsung Diantar ke Rumah
Senin 21-09-2020,03:47 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-04-2026,15:40 WIB
Harga Pakcoy Anjlok Rp500 di Pasar Sewukan Magelang, Kembang Kol Justru Meroket Tajam
Senin 27-04-2026,10:00 WIB
Hafiz Rayan Siswa SMKN 2 Magelang Juara LKS, Taklukkan 30 Layanan AWS di Ajang Provinsi
Senin 27-04-2026,08:15 WIB
SMKN 2 Magelang Rayakan Hari Kartini Sederhana, Sarat Makna dan Edukasi Gender
Senin 27-04-2026,13:53 WIB
Kontes Sapi APPSI Wonosobo Dihadiri Wamentan, Jadi Pemicu Ekonomi Peternak
Senin 27-04-2026,11:00 WIB
Panen Kopi Temanggung 2026 Turun 30 Persen, Dampak Kemarau Basah dan Cuaca Ekstrem
Terkini
Senin 27-04-2026,15:45 WIB
Buka Peluang Usaha Tahan Banting, BLK Kota Magelang Latih Pemuda Jadi Barber Profesional
Senin 27-04-2026,15:40 WIB
Harga Pakcoy Anjlok Rp500 di Pasar Sewukan Magelang, Kembang Kol Justru Meroket Tajam
Senin 27-04-2026,15:36 WIB
Tabrakan Beruntun RX King dan Truk di Ngluwar Magelang, Satu Pengendara Tewas
Senin 27-04-2026,15:31 WIB
Skor Fantastis 99,00, Kota Magelang Sabet Juara 1 Penerapan SPM se-Jawa Tengah
Senin 27-04-2026,13:57 WIB