MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan pinjaman senilai Rp8,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero). Pinjaman itu untuk membayar utang yang jatuh tempo pada Juni 2020 mendatang. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pinjaman tersebut bukan bailout, namun merupakan dana talangan. \"Jadi yang benar hanya ada dana talangan (bridging loan) sebesar Rp8,5 triliun yang disiapkan, tidak ada bailout,\" ujarnya, Kamis (14/5). Karena pinjaman, maka maskapai pelat merah itu wajib untuk mengembalikan dana tersebut kepada pemerintah. Saat ini, pemerintah masih membicarakan mekanisme pemberian dana talangan tersebut. \"Dana talangan ini dalam bentuk pinjaman yang harus dikembalikan kepada pemerintah,\" tegasnya. Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa dana talangan tersebut masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19. \"Ya, Garuda Indonesia menjadi salah satu BUMN yang mendapatkan bantuan karena keuangan perusahaan merosot akibat jumlah penumpang pesawat yang anjlok di tengah pandemi,\" tuturnya. Selain Garuda Indonesia, pemerintah juga menggelontorkan dana talangan kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebesar Rp3 triliun, Perum Perumnas (Persero) sebesar Rp650 miliar, PT KAI (Persero) Rp3,5 triliun, Perum Bulog (Persero) Rp13 triliun, dan PTPN (Persero) Rp4 triliun. \"Jadi, total dana yang disiapkan pemerintah kepada BUMN sebesar Rp32,65 triliun,\" ucapnya. Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna mengapresiasi langkah pemerintah melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan Garuda dari lilitan utang. \"Kebijakan tersebut bagus, selain itu Garuda bisa juga melakukan restrukturisasi utang. Serta perlu diikuti dengan peningkatan tata kelola Garuda,\" ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (14/5). Sementara itu, pihak Garuda Indonesia mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi terkait rencana pemerintah akan memberikan suntikan dana talangan kepada Perseroan. \"Kajian pemerintah masih belum final. Kita masih diskusi dengan detail. Antara lain, kapan akan dikucurkan dana tersebut kalau memang akan dikucurkan ya,\" katanya. Seperti diberitakan, Garuda Indonesia akan menerima dana senilai total Rp 8,5 triliun dari pemerintah. Dana talangan tersbeut termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program tersebut disiapkan untuk memberikan stimulus kepada berbagai jenis kalangan usaha mulai dari UMKM, BUMN hingga korporasi. Garuda memang tengah dilanda kesulitan utang setelah melakukan negosiasi dengan pemegang sukuk perusahaan. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian BUMN menyatakan akan membantu keuangan Garuda, terutama dalam membayar utang yang jatuh tempo tahun ini.(din/fin)
Bayar Utang, BUMN Pinjamkan Garuda Rp8,5 T
Jumat 15-05-2020,04:17 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 15-10-2026,13:57 WIB
Sampel Muntahan Dibawa ke Lab, Penyebab Keracunan 167 Warga Kajoran Magelang Diselidiki
Kamis 15-10-2026,19:00 WIB
Lezat dan Ramah di Kantong, Ayam Kecap Pedas Jadi Kuliner Favorit Mahasiswa Untidar Magelang
Kamis 15-10-2026,13:02 WIB
20 Desa di Borobudur Siap Unjuk Gigi, Festival Budaya Digadang Jadi Agenda Tahunan
Kamis 15-10-2026,14:02 WIB
Keracunan Massal di Kajoran, Pemkab Magelang Jamin Pengobatan Gratis
Kamis 15-10-2026,15:46 WIB
IKM Center Kota Magelang Padukan Promosi Produk UMKM Lokal dan Ruang Kreatif Anak Muda
Terkini
Kamis 15-10-2026,19:43 WIB
Gandeng 123 Kampus, Jateng Perkuat Penanganan Kemiskinan hingga Desa
Kamis 15-10-2026,19:00 WIB
Lezat dan Ramah di Kantong, Ayam Kecap Pedas Jadi Kuliner Favorit Mahasiswa Untidar Magelang
Kamis 15-10-2026,18:35 WIB
Fakta OTT KPK di Klaten: Kapolda Jateng Benarkan Bupati Hamenang Diperiksa di Mapolres
Kamis 15-10-2026,18:30 WIB
Kamis Talenta SMAN 4 Magelang Jadi Wadah Bakat Siswa, dari Karawitan hingga Tari dan Teater
Kamis 15-10-2026,16:39 WIB