JAKARTA - Para elite politik diminta untuk bisa meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Para elite sebaiknya berkurban demi masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat bukan justru berebut jatah kursi menteri. Hal tersebut diutarakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dalam khutbah shalat Idul Adha di lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Minggu (11/8). Dia meminta para pemimpin dan elit politik juga ikut \"berkurban\" untuk masyarakat. \"Saatnya para pemimpin berkurban sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail,\" katanya. Dijelaskan, Haedar, berkorban bagi para elit politik adalah mengesampingkan ego dan kepentingan dalam sistem politik pemerintahan dan berfokus menyejahterakan dan menciptakan keadilan bagi masyarakat. \"Yang muncul sekarang itu kan egoisme lebih di para elit. Bisa kita lihat lah sekarang. Pascapilpres, pascapileg itu para elit bukan berpikir bangsa ini mau dibawa kemana tetapi satu sama lain saling menjatah kursi dan kemudian berebut kursi,\" katanya. Dia mengakui dalam berpolitik terdapat kepentingan terkait siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana caranya. Namun perlu diingat para elit juga harus memikirkan kepentingan bangsa \"Tetapi kan kita ini Bangsa Indonesia, katanya punya Pancasila, katanya religius, mestinya menyadarkan para elit bahwa bangsa kita ini problemnya banyak, kesenjangan sosial masih tinggi. Harus ada jiwa kepedulian terhadap keadaan jangan menikmati dan berebut kekuasaan tanpa hati,\" kata dia. Haedar menyebut kondisi seperti ini penting untuk menjadi pelajaran agar bangsa Indonesia, terlebih para pemimpin dan elit politik, naik kelas secara peradaban agar tidak ribut dalam hal-hal yang sifatnya kekuasaan. Selain itu, Haedar juga menyinggung pernyataan politisi Partai Gerindra yang menyebutkan adanya penumpang gelap di tubuh partai besutan Prabowo Subianto. Dia mengatakan dalam politik yang pragmatis sudah menjadi hal biasa jika ada kepentingan yang saling tumpang dan menumpangi. Namun Haedar menekankan pada sistem dan etika politik yang harus dilakukan serta memberikan manfaat pada masyarakat. \"Monggolah berpolitik yang menjunjung tinggi sistem, itu yang paling penting. Sistem politik yang berlaku, kemudian sistem di masing-masing partai,\" kata dia. Setelah berlandaskan sistem, kata Haedar, selanjutnya politik juga harus menjunjung tinggi etika dan harus produktif dalam melahirkan agregasi kepentingan untuk masyarakat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. \"Politik itu juga akan baik jika ada etika. Nah, etika politik di mana pun juga harus menjadi acuan bagi setiap elit,\" kata dia. Intinya, lanjut Haedar, baik internal partai maupun sesama dan antar partai agar jangan sibuk terus menerus mengurus urusan politik praktis soal kekuasaan saja.(gw/fin)
Berkuban Demi Rakyat, Bukan Minta Jatah Menteri
Senin 12-08-2019,02:59 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,12:30 WIB
Embun, Pilot Paralayang Perempuan Pertama Purworejo Terbang Bawa Tari Dolalak di Langit Wonosobo
Rabu 29-07-2026,10:30 WIB
Aliansi Desak Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Diusut Tuntas, Kejari Buka Peluang Tersangka Baru
Rabu 29-07-2026,09:46 WIB
Apakah Siswa SD di Magelang Mampu Belajar dengan Pendekatan ala Finlandia? Ini Jawabannya
Rabu 29-07-2026,11:30 WIB
Purworejo Raih Sertifikat Eliminasi Malaria Setelah Berjuang 26 Tahun Berjuang
Rabu 29-07-2026,10:06 WIB
Mentan Amran Perkuat Kemitraan RI–Australia, Dadahup Siap Jadi Model Pertanian Rawa Modern
Terkini
Rabu 29-07-2026,16:48 WIB
Revola Jateng Garap Lahan Tidur dengan Drone dan Irigasi Tetes, Libatkan 625 KK
Rabu 29-07-2026,16:37 WIB
Ahmad Luthfi Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Singgung No Titip Jabatan
Rabu 29-07-2026,14:45 WIB
Kekeringan Meluas, Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih ke 25 Kabupaten/Kota
Rabu 29-07-2026,12:30 WIB
Embun, Pilot Paralayang Perempuan Pertama Purworejo Terbang Bawa Tari Dolalak di Langit Wonosobo
Rabu 29-07-2026,11:30 WIB