MAGELANGEKSPRES.COM,Pandemi Virus Corona yang yang terjadi sekitar sebulan terakhir memaksa masyarakat kalangan bawah untuk memutar otak demi bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam keadaan terdesak, tidak sedikit dari mereka memutuskan untuk banting stir, berpindah dari satu usaha ke usaha lainnya. Seperti yang dilakukan seorang penjual mainan, Sugeng Riyadi (30), asal Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Sebagian pedagang keliling yang menggantungkan pendapatan dari keramaian, seperti anak sekolah maupun tontonan masyarakat, harus gigit jari selama wabah Covid-19. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah dengan keadaan yang ada. Namun, kondisi ini ternyata tidak dialami oleh semua pedagang keliling. Bagi mereka yang pintar membaca peluang akan segera banting stir, akan tetap bisa bertahan. Bahkan, bisa mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan berjualan seperti biasanya. Sugeng Riyadi menjadi salah satunya. Lelaki dua anak yang berprofesi sebagai penjual mainan keliling ini biasa mangkal di beberapa sekolah. Selain itu juga rutin mendatangai keramaian untuk mendapatkan peruntungan. \"Semua langsung anjlok saat anak mulai diliburkan,\" kata Sugeng Riyadi, Selasa (28/4). Tercatat dirinya tetap menjalankan usahanya berkeliling untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Namun, usahanya sia-sia, karena dalam sehari paling banyak hanya mampu menjual 3 buah mainan. \"Dari situ saya memutuskan untuk istirahat dulu. Ada sampai 10 hari tidak berjualan,\" ujarnya. Namun, beristirahat bukanlah sebuah solusi bagi dirinya. Tanggung jawab terhadap keluarga membuatnya tetap harus memutar otak untuk bisa menghidupi anak-anak dan istrinya. \"Secara kebetulan saya ada tawaran untuk berjualan masker. Ya awalnya ragu, tapi saya mau saja, wong ya tidak ada hal lain yang bisa dilakukan,\" kata pria yang pernah merantau di Tangerang ini. Langkahnya tepat, banyak orang yang membutuhkan alat tersebut. Itu berlanjut saat ada instruksi pengenaan masker bagi seluruh masyarakat. \"Saya memilih di jalan-jalan yang strategis. Dan memang bisa berjalan. Ada pembagian masker di dekat saya jualan, juga tidak berpengaruh bagi orang untuk tetap membeli,\" lanjutnya. Meski menggantungkan pendapatan dari masker saat ini, saat berangkat untuk mangkal berjualan dia tidak pernah meninggalkan mainan yang selama ini menjadi jualan utamanya. Dia berpikir bahwa mainan tetap memiliki kemungkinan untuk laku. \"Kalau laku ya Alhamdulillah, tidak pun tidak apa-apa,\" ungkapnya. Dari berjualan masker, Sugeng mengaku bisa membawa pulang uang setidaknya Rp600 ribu setiap harinya. Nilai itu memang dari seluruh total penjualannya. Soal keuntungan yang didapat, Sugeng menyebut angkanya di atas Rp100 ribu. \"Ada beberapa teman yang ikut berjualan masker ini. Mereka mengambil dari saya, dan saya ambil untung sedikit. Karena ya memang berbagi dengan teman-teman sesama pedagang sekolah dan tontotan ini,\" pungkas Sugeng . (*)
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Corona
Rabu 29-04-2020,04:09 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 24-08-2026,14:55 WIB
Video Anak Diduga Berbuat Tak Pantas di Kawasan Rindam Kota Magelang Viral, Polisi Turun Tangan
Senin 24-08-2026,15:37 WIB
Sempat Dilarang Ibu, Pendaki 17 Tahun Tewas Terjatuh di Gunung Sumbing
Senin 24-08-2026,14:59 WIB
Incar 820 Ribu Lowongan di Jepang, Jalur Kerja Mandiri Kini Hadir di Salam Magelang
Senin 24-08-2026,14:21 WIB
Plang SPPG Jurangombo Kota Magelang Viral, Dishub: Warna Cokelat Harusnya untuk Tempat Wisata
Senin 24-08-2026,12:27 WIB
Sisihkan 25 Ribu Peserta, Siswi SMPN 4 Magelang Raih Top Score di Jamnas XII
Terkini
Senin 24-08-2026,15:49 WIB
Pamit Cari Rumput, Warga Kaliwiro Wonosobo Tewas Jatuh ke Tebing 30 Meter
Senin 24-08-2026,15:37 WIB
Sempat Dilarang Ibu, Pendaki 17 Tahun Tewas Terjatuh di Gunung Sumbing
Senin 24-08-2026,15:19 WIB
Berdayakan UMKM dan Guru Agama, Wagub Jateng Taj Yasin Raih Budai Award 2026
Senin 24-08-2026,15:09 WIB
Bunga Tabebuya Mekar di Jalan Magelang-Yogyakarta, Pantang Disiram Saat Kemarau
Senin 24-08-2026,14:59 WIB