MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Berbagai penyesuaian dilakukan demi tetap terlaksananya pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo di masa pandemi covid-19. Hal itu meliputi pembagian jumlah peserta dalam kelas. “Kelas yang biasanya berisi 16 orang terpaksa dibagi dua, ini berimbas pada waktu pelaksanaan menjadi lebih panjang. Jumlah paket pelatihan juga dikurangi karena realokasi APBD untuk penanganan pandemi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan tetap menggunakan protokol kesehatan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” ungkapnya Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Wonosobo Firman Cahyadi belum lama ini. Meskipun sudah relatif berjarak dengan 16 orang per kelas, namun tetap dibagi menjadi dua kelas. Tiap kelas hanya diisi 8 orang peserta untuk upaya pencegahan. Sementara untuk kelas yang agak panjang, pelatihan angkatan pertama sejumlah delapan orang kemudian setelah selesai baru masuk delapan orang berikutnya. “Meskipun sistem ini dua kali lebih lama tapi itu yang harus kita lakukan karena adanya virus pandemi. Sebenarnya secara faktual, satu ruang kelas masih cukup diisi 16 orang, dalam melakukan pelatihan satu orang harus pegang satu sampai alat dan keterbatas alat akan beresiko, karena peserta akan berkerumun menjadikan penumpukan banyak orang,\" imbuh Firman. Baca Juga Eko Prasetyo Jabat Ketua DPRD Wonosobo Diungkapkan Firman sebelum pandemi covid-19 melanda, BLK mendapatkan jatah untuk 25 paket pelatihan. Namun dengan adanya pandemi, paket pelatihan terpangkas menjadi 12 paket pelatihan atau berkurang 13. Jumlah pendaftar juga mencapai 780 orang namun belum bisa diterima semuanya karena keterbatasan jumlah paket dan kelas. Kepada calon pendaftar pelatihan di BLK, Firman berpesan ketika hendak mendaftar untuk memilih satu kejuruan disesuaikan dengan minat sehingga bisa sesuai dengan kebutuhannya di dunia kerja. “Untuk bidang pelatihan ada beberapa kejuruan, diantaranya tekhnisi HP, otomotif, bengkel las, proses hasil pertanian, menjahit, barista, desain grafis, pemograman website dan ada 18 kejuruan secara total. rencananya akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar. Lama pelatihan tergantung bidang, yang paling cepat adalah prosesing hasil pertanian (tiga minggu), sedangkan pelatihan menjahit memakan waktu paling lamasekitar 6 minggu,\" pungkasnya. Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (win) #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun
BLK Wonosobo Pangkas 13 Paket Pelatihan
Selasa 17-11-2020,02:29 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,14:58 WIB
Angka Kemiskinan di Kota Magelang Turun Tipis, Jadi Sorotan DPRD
Sabtu 02-05-2026,14:37 WIB
FLS3N Kota Magelang Rampung Digelar, 16 Peserta Kantongi Tiket ke Provinsi Jawa Tengah
Sabtu 02-05-2026,15:25 WIB
Reli Mobil Kuno PPMKI Dongkrak Ekonomi, Kota Magelang Bersiap Gelar 3 Event Lagi
Sabtu 02-05-2026,19:55 WIB
Atria Hotel Magelang Suguhkan Seafood Sepuasnya, Barbeque Kampung Nelayan Mulai Rp100 Ribu
Sabtu 02-05-2026,13:43 WIB
HUT Ke-47 Perumda Air Minum Kota Magelang Beri Diskon Pasang Baru Rp200 Ribu
Terkini
Minggu 03-05-2026,07:57 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Jajal Paralayang di Curug Sewu, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Sabtu 02-05-2026,21:02 WIB
Percepat Pemulihan Pascabencana, Aceh Gelar Tanam Padi Serempak
Sabtu 02-05-2026,19:55 WIB
Atria Hotel Magelang Suguhkan Seafood Sepuasnya, Barbeque Kampung Nelayan Mulai Rp100 Ribu
Sabtu 02-05-2026,15:25 WIB
Reli Mobil Kuno PPMKI Dongkrak Ekonomi, Kota Magelang Bersiap Gelar 3 Event Lagi
Sabtu 02-05-2026,14:58 WIB