JAKARTA– Kementerian Perdagangan memastikan akan mengimpor daging sapi 50 ribu ton tahun. Hal itu supaya harga di dalam negeri semakin kompetitif. Tiga BUMN, yakni Bulog, PT Berdikari, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, ditunjuk sebagai pengimpor. Sekjen Kemendag Oke Nurwan menegaskan bahwa impor tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) di Kemenko Perekonomian. Impor daging sapi dari Brasil itu bertujuan membuat harga dalam negeri yang rata-rata Rp 120 ribu-Rp 160 ribu bisa turun. “Agar di sini pasar lebih sempurna, ada persaingan karena ada daging yang lebih kompetitif,” ujar Oke kemarin (16/8). Pemerintah juga memastikan bahwa daging sapi yang masuk dari Brasil benar-benar aman dikonsumsi. Artinya, terbebas dari penyakit. Menurut dia, Kementerian Pertanian akan mengirimkan tim Ditjen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) untuk mengecek. “Kesmavet ke sana memastikan itu bebas penyakit. Ada daftarnya nanti,” bebernya. Mengenai kuota, Oke menambahkan, izin impor sebanyak 30 ribu ton bakal diberikan kepada Perum Bulog, sedangkan PPI dan Berdikari mendapat kuota masing-masing 10 ribu ton. Terkait dengan kapan daging sapi itu mulai masuk ke Indonesia, Oke menyatakan bergantung di setiap BUMN. Namun, sebelum itu perusahaan pelat merah perlu menunggu surat penugasan langsung dari Kementerian BUMN. Soal komoditas beras, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu mengimpor hingga 2020. Saat ini stok beras di Perum Bulog sudah sangat melewati batas aman. Menurut Buwas, Perum Bulog telah menyimpan 2,5 juta ton dan diperkirakan mencapai 3 ton pada akhir tahun mengingat masih adanya panen raya di sejumlah daerah. “Amannya stok negara itu kan 1 juta ton hingga 1,5 juta ton. Saat ini sudah 2,5 juta ton lebih, sangat aman,” tegasnya. Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membuka cadangan 500 ribu kiloliter (kl) untuk mengantisipasi keÂnaikan konsumsi solar subsidi. SeÂlama semester pertama 2019, konsumsi solar telah lebih dari separo kuota yang ditetapkan. “Selama ini 500 ribu kl tersebut masih ditahan. Disimpan dulu kalau ada potensi over,” kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa. Hal itu dikeluarkan seiring konsumsi solar yang mencapai 52 persen dari kuota atau 7,56 juta kl selama Januari-Juni 2019. Total kuota solar subsidi tahun ini mencapai 14,5 juta kl. Untuk kerosin atau minyak tanah, konsumsinya 268.362 kl atau 44 persen dari kuota. Lalu, volume realisasi premium tercatat 5,87 juta kl selama Januari-Juni 2019 dari total kuota 11 juta kl. (jpg)
Daging Butuh Impor, Stok Beras Aman
Senin 19-08-2019,03:00 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 15-07-2026,17:16 WIB
DPR RI Puji Kinerja Kementan, Wamentan Sudaryono: Anggaran Harus Berdampak untuk Petani
Kamis 16-07-2026,07:41 WIB
Fraksi-fraksi DPRD Minta APBD 2027 Fokus Infrastruktur, UMKM, hingga Ketahanan Fiskal
Kamis 16-07-2026,09:00 WIB
Polres Temanggung Bongkar Modus Ganjal ATM di Kranggan, Dua Spesialis Bobol Rekening Rp20 Juta Ditangkap
Kamis 16-07-2026,08:30 WIB
Bupati Yuli Hastuti Ajak 52 Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Kerakyatan Purworejo
Terkini
Kamis 16-07-2026,14:25 WIB
MBG Kembali Berjalan, Harga Sayuran di Pasar Sewukan Magelang Mulai Naik
Kamis 16-07-2026,13:59 WIB
Kemarau Godzilla Diprediksi hingga Oktober, BPBD Kota Magelang Ingatkan Risiko Kekeringan
Kamis 16-07-2026,11:34 WIB
DPRD Tanggamus Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Polbangtan Kementan
Kamis 16-07-2026,09:00 WIB
Polres Temanggung Bongkar Modus Ganjal ATM di Kranggan, Dua Spesialis Bobol Rekening Rp20 Juta Ditangkap
Kamis 16-07-2026,08:30 WIB