MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Pengamanan area Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 diperketat. Masyarakat dilarang mendekat. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menegaskan pengamanan di RSD COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta diperketat. Langkah dilakukan menyusul banyaknya pasien Coronavirus Disease (COVID-19) yang dirawat di tempat itu. \"Khusus untuk Kemayoran, Senin kemarin, sudah saya infokan kepada Kapolda Metro dan Pangdam Jaya untuk tingkatkan pengamanan dan imbauan untuk tidak mendekat di Ring I,\" kata Yudo, Rabu (25/3). Dia pun meminta agar masyarakat untuk tetap berada di rumah dan jangan bepergian jika tidak perlu. Upaya tersebut demi percepatan penanganan COVID-19. Diakuinya aparat keamanan baik TNI maupun Polri telah melakukan imbauan dengan patroli ke sejumlah wilayah. \"Saya lihat sudah diterapkan di seluruh wilayah oleh aparat TNI/Polri. Ini di komplek TNI AL Kelapa Gading setiap pagi dan malam ada patroli imbauan itu,\" tuturnya. Karopenmas Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah dalam upaya percepatan penanganan COVID-19. Selain memberi imbauan dengan melakukan patroli keliling, Polri juga meminta masyarakat untuk tidak berkerumun atau berkumpul. \"Kriteria perkumpulan massa yang dapat dibubarkan oleh kepolisian setelah imbauan adalah ?pertemuan sosial, budaya, keagamaan, dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, serta kegiatan yang sejenis,\" katanya. Demikian juga konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, hingga resepsi keluarga. \"Termasuk kegiatan olahraga, kesenian dan jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval, serta kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa,\" bebernya. Pembubaran kerumunan massa mengacu pada Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran COVID-19. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan, penyebab masih banyaknya masyarakat yang tidak melakukan social distancing adalah tingkat penghayatan setiap masyarakat tentang situasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang tak sama. Untuk itu, aparat akan turun tangan melakukan pembubaran terhadap kerumuman orang. \"Karena ternyata masih banyak pelanggaran tingkat pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang situasi ini tidak sama,\" kata Mahfud, Senin (23/3). Karena itu, TNI dan Polri ikut turun tangan. Mereka akan dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ada di daerah-daerah untuk membubarkan kerumunan-kerumunan orang, yang membahayakan di tengah mewabahnya COVID-19. \"Nah, itu yang kemarin dilakukan. Memang pilihan apa pun pasti ada yang kritik. Ada yang mengatakan lockdown. Begitu dicoba lockdown terbatas dalam transportasi, misalnya, sudah ributnya bukan main,\" kata.(gw/fin)
Dilarang Dekati RSD COVID-19
Kamis 26-03-2020,03:49 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-04-2026,15:36 WIB
Tabrakan Beruntun RX King dan Truk di Ngluwar Magelang, Satu Pengendara Tewas
Senin 27-04-2026,15:40 WIB
Harga Pakcoy Anjlok Rp500 di Pasar Sewukan Magelang, Kembang Kol Justru Meroket Tajam
Senin 27-04-2026,10:00 WIB
Hafiz Rayan Siswa SMKN 2 Magelang Juara LKS, Taklukkan 30 Layanan AWS di Ajang Provinsi
Senin 27-04-2026,08:15 WIB
SMKN 2 Magelang Rayakan Hari Kartini Sederhana, Sarat Makna dan Edukasi Gender
Senin 27-04-2026,13:53 WIB
Kontes Sapi APPSI Wonosobo Dihadiri Wamentan, Jadi Pemicu Ekonomi Peternak
Terkini
Senin 27-04-2026,15:45 WIB
Buka Peluang Usaha Tahan Banting, BLK Kota Magelang Latih Pemuda Jadi Barber Profesional
Senin 27-04-2026,15:40 WIB
Harga Pakcoy Anjlok Rp500 di Pasar Sewukan Magelang, Kembang Kol Justru Meroket Tajam
Senin 27-04-2026,15:36 WIB
Tabrakan Beruntun RX King dan Truk di Ngluwar Magelang, Satu Pengendara Tewas
Senin 27-04-2026,15:31 WIB
Skor Fantastis 99,00, Kota Magelang Sabet Juara 1 Penerapan SPM se-Jawa Tengah
Senin 27-04-2026,13:57 WIB