MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Sehari sebelum puncak hari jadi Wonosobo ke-194, Pemkab Wonosobo menggelar upacara Bedhol Kedhaton yang diawali dari Desa Plobangan Kecamatan Selomerto, Selasa (23/7). Usai diambil air serta tanah dari kawasan desa, upacara berlanjut dengan doa dan penghormatan untuk Ki Ageng Wonosobo di kompleks makam desa oleh jajaran pejabat daerah, forkompimda, perwakilan kecamatan, dan desa. Usai upacara, Bupati Eko Purnomo menabur bunga bersama rombongan. Dari urutan silsilahnya, Ki Ageng Wonosobo atau Ki Joko Dukuh merupakan putra dari Bondan Kejawan dan Dewi Nawangsih yang sekaligus menegaskan bahwa dirinya adalah cucu dari Brawijawa V. Diyakini, bahwa Ki Ageng Wonosobo belajar agama Islam pada Sunan Gunung Jati di Cirebon dan melakukan Syair di kawasan timur Pulau Jawa dengan nama Syekh Kabudullah atau di referensi lain Syekh Ngabidillah/Ngabidullah. “Beliau lalu sampai ke bumi Ledok dan babat alas atau membuka lahan di Plobangan ini hingga jadi sesepuh di dukuh yang dulu bernama Wanusaba. Beliau diyakini hidup pada abad ke 15 hingga awal abad 16. Salah satu keahliannya ialah bertani dan sampai meninggal mendiami tanah ini,” ungkap kades setempat Ruswanto yang menyebut sumber literature dari buku Sorosilah Raja-raja Majapahit oleh KRT Yudodiprojo. Usai dilakukan upacara di makam, rombongan bergerak menuju lapangan desa untuk menggelar Jagong Budaya sekaligus penyerahan panji-panji berupa payung agung, tombak katentreman, dan bendera pusaka daerah dan merah putih. Bupati Eko Purnomo menyebut bahwa Bedhol Kedhaton bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai wadah bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kemampuan sebagai desa wisata yang potensial. Selain pengembangan teknologi dan infrastruktur daerah. “Dalam peringatan hari jadi Wonosobo ini harapannya menjadikan sarana edukasi dan informasi untuk masyarakat yang memiliki kekayaan budaya jawa dan memiliki karakter budi pekerti atau unggah ungguh yang baik. Acara ini bukan sekedar formalitas saja tetapi menjadi bagian dari budaya kita bersama. Pemuda-pemudinya juga harus jadi suri tauladan dan tokoh pengembangan desa,” ungkap Bupati Eko. Sementara itu selaku Plt Camat Selomerto Singgih Kuncoro menyebut bahwa masyarakat Wonosobo harus mau dan cinta dalam melestarikan budayanya sendiri yang diwujudkan pula dalam menjaga keindahan alam dan kelestariannya. Dalam Jagong Budaya itu, juga digelar ekspo Kecamatan Selomerto yang diikuti seluruh desa dengan menampilkan berbagai potensinya termasuk kuliner, kesenian, hingga potensi wilayahnya. Agenda bedhol Kedhaton dilanjutkan dengan Parade Tapa Bisu pada Selasa Malam dengan kirab tanpa bicara dari Honggoderpo hingga Pendopo. (win)
Doa dan Penghormatan Untuk Ki Ageng Wonosobo
Rabu 24-07-2019,18:38 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 13-07-2026,08:00 WIB
Perda Parkir Baru Kota Magelang Bakal Pakai Elektronik dan Sediakan Area Khusus Disabilitas
Senin 13-07-2026,08:30 WIB
4.500 Pelari Ikuti Taruna NusantaRun 2026, UMKM Magelang Ikut Bergerak
Senin 13-07-2026,12:13 WIB
Anak Pengemudi Ojek Gagal Masuk SMA Negeri, Kini Sekolah Gratis Lewat Program Sekolah Kemitraan Jateng
Senin 13-07-2026,15:30 WIB
202 Siswa Baru SMP Mutual Magelang Ikuti Khutbah Taaruf, Ini 4 Kunci Sukses Belajar
Senin 13-07-2026,15:21 WIB
Hari Pertama Sekolah, Bunda PAUD Kota Magelang Dorong Ayah Aktif Dampingi Anak
Terkini
Senin 13-07-2026,21:08 WIB
Dua Pelajar Wonosobo yang Hilang di Gunung Bismo Ditemukan Meninggal di Jurang
Senin 13-07-2026,15:30 WIB
202 Siswa Baru SMP Mutual Magelang Ikuti Khutbah Taaruf, Ini 4 Kunci Sukses Belajar
Senin 13-07-2026,15:21 WIB
Hari Pertama Sekolah, Bunda PAUD Kota Magelang Dorong Ayah Aktif Dampingi Anak
Senin 13-07-2026,12:13 WIB
Anak Pengemudi Ojek Gagal Masuk SMA Negeri, Kini Sekolah Gratis Lewat Program Sekolah Kemitraan Jateng
Senin 13-07-2026,11:00 WIB